kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.850.000   -50.000   -1,72%
  • USD/IDR 17.083   44,00   0,26%
  • IDX 7.286   6,59   0,09%
  • KOMPAS100 1.007   0,70   0,07%
  • LQ45 734   0,46   0,06%
  • ISSI 263   2,02   0,78%
  • IDX30 394   -4,86   -1,22%
  • IDXHIDIV20 480   -7,21   -1,48%
  • IDX80 113   0,13   0,11%
  • IDXV30 133   -1,54   -1,14%
  • IDXQ30 127   -1,83   -1,42%

Incar KUR, bankir optimis kredit UMKM deras di 2020


Minggu, 02 Februari 2020 / 18:44 WIB
ILUSTRASI. Tahun ini diperkirakan tren pertumbuhan kredit bakal lebih menggeliat dibandingkan tahun 2019.. KONTAN/BAihaki/10/1/2020


Reporter: Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang | Editor: Handoyo

Adapun sejauh ini, rasio pembiayaan BNI Syariah ke sektor UMKM sudah menembus 20%, membaik dari tahun 2018 yang baru 19,6%. Dari sisi kualitas, NPF UMKM diakuinya masih cukup tinggi yaitu sekitar 4%.

Namun, sederet upaya sudah dilakukan perusahaan untuk lebih mempercantik kualitas aset. Salah satunya dengan memperkuat analisis dan monitoring pembiayaan. "Strategi untuk mendorong pembiayaan sektor UMKM diantaranya melalui kerjasama dengan Lembaga Penyalur Pembiayaan seperti Koperasi," imbuhnya.

Baca Juga: Bisnis trade finance bank BUMN masih tumbuh di tengah kelesuan ekonomi global

Adapun, tahun 2019 lalu BNI Syariah mencatatkan pembiayaan tumbuh sebesar 15% yoy. Hal ini pun berhasil membawa laba bersih perusahaan naik di atas 40% yoy.

Sekadar informasi, tahun lalu kredit UMKM baru tumbuh tipis 7,7% yoy menjadi Rp 1.044,6 triliun. Pertumbuhan ini melambat dari bulan November 2019 yang sempat naik 9,2% yoy.

Pertumbuhan tersebut mayoritas disumbang dari kredit mikro yang naik 13,1% serta kredit usaha kecil 10,5% di 2019. Namun di sisi lain, kredit menengah justru tumbuh tipis 2,8% yoy sepanjang 2019.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×