kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   27.000   0,96%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

Incar NIM 4%, NISP targetkan laba Rp 1,56 triliun


Senin, 13 April 2015 / 12:16 WIB
Incar NIM 4%, NISP targetkan laba Rp 1,56 triliun
ILUSTRASI. Booth minuman Teguk yang dikembangkan PT Platinum Wahab Nusantara Tbk (TGUK) saat pencatatan perdana saham di Main Hall BEI, Jakarta (10/7).


Reporter: Issa Almawadi | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Bank OCBC NISP mengincar pertumbuhan laba bersih 15%-20% di tahun ini. Jika mengacu pada perolehan laba bersih di 2014 yang sebesar Rp 1,3 triliun, maka laba bersih NISP di tahun ini bakal berkisar Rp 1,49 triliun hingga Rp 1,56 triliun.

Hartati, Direktur OCBC NISP menerangkan, salah satu upaya NISP mengejar pertumbuhan laba itu adalah dengan mempertahankan net interest marjin (NIM) pada level 4%. "Kami jaga NIM pada kisaran 4%. Tahun lalu, NIM kami pertahankan pada level 4,1%," terang Hartati, pekan lalu.

Hartati menambahkan, OCBC NISP juga berharap dapat mengendalikan biaya dana alias cost of fund agar target NIM tersebut tidak meleset. Untuk itu, lanjut Hartati, pihaknya akan lebih mengutamakan pengelolaan dana dengan memperkuat pertumbuhan porsi dana murah (tabungan dan giro) dan mengendalikan tingkat bunga deposito.

Sejalan dengan itu, Hartati juga bilang, OCBC NISP mengincar pendapatan berbasis komisi tumbuh 20%. "Terutama dari trade finance, bancassurance, dan wealth management," imbuh Hartati. Dengan target itu, Hartati berharap, porsi fee based bisa menjadi 20% terhadap total pendapatan operasional NISP.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×