kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   20.000   0,73%
  • USD/IDR 17.900   47,00   0,26%
  • IDX 6.127   -2,81   -0,05%
  • KOMPAS100 807   -1,47   -0,18%
  • LQ45 611   -9,23   -1,49%
  • ISSI 216   0,35   0,16%
  • IDX30 348   -6,56   -1,85%
  • IDXHIDIV20 426   -11,92   -2,72%
  • IDX80 93   -0,89   -0,95%
  • IDXV30 118   -2,46   -2,04%
  • IDXQ30 112   -2,96   -2,59%

Indonesia Infrastructure Finance (IIF) Akan Merilis Obligasi Senilai Rp 1,5 Triliun


Rabu, 22 Oktober 2025 / 05:20 WIB
Indonesia Infrastructure Finance (IIF) Akan Merilis Obligasi Senilai Rp 1,5 Triliun
ILUSTRASI. PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) menegaskan komitmennya dalam mendorong pembangunan infrastruktur berkelanjutan di Indonesia


Reporter: Avanty Nurdiana | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Indonesia Infrastructure Finance menerbitkan obligasi berkelanjutan II tahap III tahun 2025 sebesar Rp 1,5 triliun. Obligasi ini merupakan seri terakhir penawaran obligasi berkelanjutan II dengan target Rp 3 triliun.

Berdasarkan keterbukaan di KSEI pada Selasa (21/10), pada penawaran obligasi II tahap III ini ditawarkan dalam empat seri. Seri A dirilis sebesar Rp 500 miliar dengan bunga tetap 5,4% per tahun. Seri A ini bertenor 370 hari dan akan jatuh tempo pada 15 November 2026. 

Seri B bertenor tiga tahun dengan bunga tetap 5,65% per tahun, bernilai pokok Rp 625 miliar dan jatuh tempo pada 5 November 2028. Kemudian seri C dirilis dengan tenor lima tahun dan jatuh tempo diaptok pada 5 November 2030. Seri ini dirilis sebesar Rp 100 miliar dan bunga tetap 5,85%. 

Lalu ada seri D dengan nilai pokok Rp 275 miliar dan bunga tetap 6,8%. Seri D ini jatuh tempo pada 5 November 2035 atau tenor 10 tahun. Adapun masa penawaran umum pada 29-31 Oktober, penjatahan 3 November, pengembalian uang pemesanan dan distribusi obligasi 5 November dan pencatatan di BEI pada 6 November 2025. 
 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×