kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

Industri bank syariah Indonesia melebihi TimTeng


Senin, 07 Mei 2012 / 11:03 WIB
ILUSTRASI. Pengunjung yang mengenakan masker mengambil gambar selama pertunjukan bunga tahunan Dahlia Dreams menjelang Tahun Baru Imlek di Lembu, Singapore's Gardens by the Bay, Minggu (31/1/2021). REUTERS/Loriene Perera.


Reporter: Christine Novita Nababan |

BANDUNG. Industri bank syariah di Indonesia memiliki pertumbuhan tertinggi dibandingkan negara-negara lainnya. Maklum, selain karena mayoritas penduduknya memeluk Islam, penetrasi pasar bisnis syariah juga masih relatif rendah.

Ahmad Mohammed Ali, Presiden Islamic Development Bank (IDB) menuturkan, pertumbuhan rata-rata bisnis syariah di Indonesia mencapai 35% per tahun, sedangkan negara-negara Timur Tengah hanya berkisar 20% per tahun.

"Dengan dukungan bank sentral dan negara-negara yang telah lebih dahulu menerapkan prinsip keuangan syariah, industri bank syariah di Indonesia akan mampu memecahkan tantangan yang ada," ujar Mohammed Ali di sela-sela acara Seminar Internasional Keuangan Syariah yang diselenggarakan Bank Indonesia (BI), hari ini.

Halim Alamsyah, Deputi Gubernur BI bilang, di dunia internasional, Indonesia dikenal sebagai pasar pelaku industri keuangan yang paling menguntungkan, termasuk dalam bisnis keuangan berprinsip syariahnya. Inilah yang perlu dikembangkan.

Berdasarkan data BI, sekitar 4,2% sistem keuangan di Indonesia sudah menggunakan prinsip syariah. Sementara, Jawa Barat, selaku tuan rumah acara tahunan Islamic Banking itu sendiri mencatat penetrasi pasar lebih tinggi lagi, yaitu 5%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×