Reporter: Ade Priyatin | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri perbankan Indonesia semakin memfokuskan anggaran belanja modal atau capital expenditure (capex) untuk penguatan infrastruktur IT dan layanan perbankan digital.
Ini sejalan dengan upaya bank-bank merespons tren digitalisasi layanan perbankan guna meningkatkan kebutuhan keamanan siber dan pelayanan nasabah.
Salah satunya adalah Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) yang pada tahun 2026 mencoba menaikan anggaran capex sebesar 5% dari tahun sebelumnya yang dianggarkan Rp 1 triliun.
Direktur Information Technology BTN, Tan Jacky Chen, mengatakan di tahun 2025 anggaran capex BTN sebagian besar digunakan untuk keperluan modernisasi perangkat infrastruktur, penguatan IT dan cyber security.
Baca Juga: Bank Tabungan Negara (BTN) Serap 98% Anggaran Capex IT Tahun Ini
"Anggaran capex IT tahun 2025 telah direalisasikan sesuai dengan rencana," ujarnya kepada Kontan, Senin (10/2/2026).
Selain itu, Tan juga menyebut anggaran modal belanja dialokasikan untuk pengembangan digital guna memenuhi kebutuhan nasabah melalui aplikasi Bale by BTN dan BTN Korpora. Begitu pula dengan layanan transaksi mandiri di cabang-cabang.
Tak berbeda jauh dari tahun sebelumnya. Pada 2026, BTN berencana untuk mengalokasikan anggaran capex untuk mendorong pertumbuhan bisnis dan penguatan nasabah, memperkuat fondasi digital dan ketahanan bank, serta operasional bank.
Hal serupa juga dilakukan oleh PT Bank Central Asia Tbk (BCA).
Baca Juga: Transaksi Tumbuh 17%, BCA Perkuat Layanan Digital dan Jaringan Fisik
Kendati tidak menyebutkan rincian anggaran capex untuk tahun 2026, EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn mengatakan bahwa BCA berencana untuk mengalokasikan sebagian besar anggaran guna mendorong penguatan infrastruktur IT.
"Pada prinsipnya kami masih akan mengalokasikan sebagian besar capex untuk penguatan infrastruktur IT," ujarnya kepada Kontan, Senin (9/2/26).
Selain itu, Hera mengatakan bahwa sebagian anggaran capex BCA juga akan diperuntukan untuk pemutakhiran standar keamanan dan inovasi perbankan digital.
Hal itu sesuai dengan prinsip BCA dalam merespons tren digitalisasi sehingga anggaran capex dimanfaatkan untuk inovasi layanan digital.
Termasuk di antaranya adalah memastikan platform transaksi perbankan yang aman dan relevan dengan kebutuhan nasabah.
Baca Juga: Sejumlah Bank Telah Serap Lebih dari 50% Anggaran Capex IT Tahun Ini
Selanjutnya: Anak Usaha EMAS Garap Pemurnian Tambang Rp 9,84 Triliun, Optimalkan Tambang Emas Pani
Menarik Dibaca: Katalog Promo Indomaret Minyak Goreng Hemat 10-11 Februari 2026, Mulai Rp 29.000-an
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









![[Intensive Workshop] Excel for Business Reporting](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_28012616011400.jpg)