kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Ini penyebab harga Bank Permata (BNLI) ke Bangkok Bank turun


Selasa, 21 April 2020 / 17:39 WIB
ILUSTRASI. Petugas menghitung uang di kantor layanan bank Permata Jakarta, Senin (6/3).


Reporter: Anggar Septiadi | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Kepala Riset Samuel Sekuritas, Suria Dharma, menilai, menurunnya harga jual PT Bank Permata Tbk (BNLI) kepada Bangkok Bank salah satunya merupakan ekses dari pandemi Covid-19.

“Valuasi perbankan secara umum memang menurun akibat efek Covid-19. Sehingga mungkin Bangkok Bank mencoba melakukan renegosiasi,” katanya kepada KONTAN, Selasa (21/4).

Baca Juga: Anjloknya nilai tukar Rupiah menjadi alasan harga Bank Permata menyusut

Senin (20/4) PT Astra Interantional Tbk (ASII) bersama Standard Chartered Bank dengan Bangkok Bank teken amendment letter yang mengubah harga jual Bank Permata menjadi 1,63 kali book value.

Dalam perjanjian jual beli saham 12 Desember 2019 lalu, mereka sepakat harga jual senilai 1,77 kali book value.

Meskipun menurun, Suria menambahkan harga baru tersebut sejatinya masih tergolong mahal. Apalagi, ada masa berlaku amenment letter hingga Juni 2020.

“Dengan renegosiasi tersebut, Astra dan Standard Chartered menyetujui asalkan pembayaran dilakukan paling lambat Juni 2020,” sambungnya.

Baca Juga: Amendment letter diteken, nilai akuisisi Bank Permata berubah menjadi 1,63 kali PBV

Sebelumnya, dalam pengumuman resmi Senin (20/4) Corporate Secretary Astra Gita Tiffani Boer menyatakan, jika transaksi lewat dari tenggat amendment letter, maka kesepakatan dalam perjanjian jual beli saham Desember dengan harga 1,77 kali book value yang akan tetap jadi acuan.

Padahal para pihak sebelumnya menargetkan pembayaran transaksi dapat rampung pada kuartal III-2020.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×