kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   -50.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Ini penyebab NPL Bank MNC capai 7,23% di 2017


Minggu, 01 April 2018 / 14:39 WIB
ILUSTRASI. PEMBUKAAN CABANG MNC BANK


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank MNC Internasional Tbk catat kerugian Rp 685 miliar sepanjang 2017. Kerugian ini berbanding terbalik dengan laba bersih Rp 9 miliar yang dicatat di 2016.

Hal ini berdasarkan laporan keuangan konsolidasi yang dikirimkan bank berkode emiten BABP ini ke Bursa Efek Indonesia (BEI) Sabtu (31/3).

Rugi bersih ini salah satunya disebabkan oleh kenaikan NPL yang cukup tinggi 446bps menjadi 7,23% di 2017. Kontan.co.id, mencatat ada empat sektor yang menyumbang NPL terbesar di akhir 2017 lalu.

Empat sektor ini adalah perdagangan restoran hotel, konstruksi, jasa dunia usaha, dan perindustrian. Sebanyak 4 sektor ini menyumbang 73% dari total NPL Bank MNC di 2017.

Sektor penyumbang NPL pertama adalah perdagangan restoran dan hotel dengan kontribusi 21,6% dari total NPL atau Rp 111,3 miliar. NPL sektor ini naik tipis 1% dibandingkan 2016 lalu atau year on year (yoy).

Kedua adalah kredit konstruksi. Bisa dibilang NPL sektor ini mengalami kenaikan cukup pesat dibandingkan tahun lalu atau 1051% yoy menjadi Rp 75,3 miliar.

Ketiga adalah kredit jasa dunia usaha yang naik 396% yoy menjadi Rp 74,9 miliar. Keempat adalah kredit perindustrian yang naik 463% yoy menjadi Rp 113,6 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×