kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Ini plus minus jika bank BUMN ekspansi ke luar negeri


Rabu, 26 September 2018 / 11:10 WIB
ILUSTRASI. Pelayanan nasabah Bank Mandiri


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank-bank BUMN berencana melakukan ekspansi keluar negeri. Seiring dengan implementasi Asean Banking Integration Framework (ABIF).

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) dalam beberapa kesempatan pernah menyampaikan keinginannya untuk melebarkan sayap di Filipina. Selain itu, bank juga akan melakukan finalisasi terhadap cabang yang ada di Malaysia.

PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) juga berencana meningkatkan status cabang yang ada di Myanmar. Selain itu BRI juga masih melihat peluang untuk ekspansi ke ASEAN setelah beberapa waktu lalu melakukan ekspansi ke Timor Leste.

Paul Sutaryono, Pengamat Perbankan bilang ekspansi ke luar negeri sangat penting bagi bank.

“Aksi korporasi itu bertujuan utuk melebarkan sayap bisnis guna menambah portofolio kredit dan mengerek fee based income,” kata Paul kepada kontan.co.id beberapa waktu lalu.

Selain itu rencana ekspansi bank BUMN ini diharapkan bisa menambah bisnis remitansi dan trade finance.

Namun Paul mengingatkan bahwa ekspansi ke luar negeri ini membutuhkan biaya banyak. Selain itu balik modalnya juga tidak akan didapatkan segera. Oleh karena itu sebelum melakukan hal ini sebaiknya dibuat studi kelayakan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×