kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Ini sebabnya kredit bank swasta tumbuh tipis


Kamis, 27 Juli 2017 / 13:18 WIB


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Wahyu T.Rahmawati

JAKARTA. Beberapa bank swasta mengakui permintaan kredit kuartal dua tidak terlalu kencang. Dari beberapa bank swasta yang sudah mengumumkan laporan keuangan, mayoritas mencatat pertumbuhan kredit satu digit.

Glen Glenardi, Direktur Utama Bank Bukopin mengaku, pertumbuhan kredit pada separuh pertama 2017 belum terlalu kencang. "Hal ini karena ada beberapa pelunasan debitur komersial atau korporasi," ujar Glen kepada KONTAN, Kamis (27/7).

Walaupun terjadi pelunasan kredit di beberapa sektor, penyaluran kredit sektor ritel dan mikro masih tetap tumbuh. Menurut Glen, alasan kenapa kredit bank BUMN tumbuh tinggi karena adanya dukungan proyek pemerintah.

Haryono Tjahjarijadi, Direktur Utama Bank Mayapada mengatakan, penyebab permintaan kredit bank swasta masih rendah adalah masih lesunya bisnis perdagangan dan ritel. "Secara umum kondisi makro dalam keadaan baik, namun mikronya belum berjalan sesuai harapan sehingga perdagangan ritel juga terdampak," ujar Haryono kepada KONTAN, Kamis (27/7).

Menurut Haryono, kredit bank pelat merah pada semester satu banyak ditopang oleh korporasi besar sehingga terlihat lebih kencang. Sebagai gambaran, sampai semester satu 2017, Bank Mayapada mencatat pertumbuhan kredit 8%-9% dari awal tahun atau year to date (ytd).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×