kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.859.000   40.000   1,42%
  • USD/IDR 17.535   104,00   0,60%
  • IDX 6.859   -46,72   -0,68%
  • KOMPAS100 916   0,38   0,04%
  • LQ45 670   1,21   0,18%
  • ISSI 248   -2,34   -0,93%
  • IDX30 377   0,90   0,24%
  • IDXHIDIV20 461   -0,72   -0,16%
  • IDX80 104   0,22   0,22%
  • IDXV30 132   0,58   0,44%
  • IDXQ30 120   -0,91   -0,75%

Ini Sejumlah Pertimbangan Utama Asuransi Tempatkan Risiko ke Reasuransi Luar Negeri


Selasa, 12 Mei 2026 / 18:33 WIB
Ini Sejumlah Pertimbangan Utama Asuransi Tempatkan Risiko ke Reasuransi Luar Negeri
ILUSTRASI. PT Asuransi Asei Indonesia menyebut terdapat beberapa pertimbangan utama perusahaan asuransi memilih menempatkan risiko ke reasuransi luar negeri. (KONTAN/Arif Ferdianto)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Asuransi Asei Indonesia menyebut terdapat beberapa pertimbangan utama perusahaan asuransi memilih menempatkan risiko ke reasuransi luar negeri.

Direktur Utama Asuransi Asei Dody Dalimunthe mengatakan salah satunya mempertimbangkan kapasitas risiko. 

Dia bilang apabila nilai pertanggungan sangat besar atau akumulasi risikonya tinggi, perusahaan perlu membagi risiko agar kesehatan keuangan dan Risk Based Capital (RBC) tetap terjaga. 

Dody menyebut diversifikasi dan stabilitas keuangan menjadi pertimbangan lainnya. Mengenai hal itu, Dia menjelaskan reasuransi membantu perusahaan menjaga volatilitas klaim agar tidak langsung membebani neraca perusahaan ketika terjadi kerugian besar.

Baca Juga: Berisiko Tinggi, Lini Bisnis Ini Butuh Dukungan Kapasitas Reasuransi Luar Negeri

Pertimbangan lainnya, yakni keahlian dan akses informasi global. Dody mengatakan reasuradur internasional biasanya memiliki pengalaman panjang, modelling risk, serta data global yang lebih lengkap.

"Khususnya, untuk risiko perdagangan internasional, political risk, marine, dan catastrophe risk," katanya kepada Kontan, Selasa (12/5/2026).

Dody juga bilang kebutuhan rating dan kepercayaan pasar juga menjadi faktor asuransi melimpahkan risiko ke reasuransi luar negeri. Sebab, dia menyampaikan dalam beberapa proyek atau transaksi internasional, adanya dukungan reasuradur global dengan rating kuat dapat meningkatkan confidence dari mitra bisnis, bank, maupun counterpart internasional.

Selain itu, optimalisasi modal dan RBC juga menjadi pertimbangan. Dengan pengalihan sebagian risiko ke reasuransi, dia bilang perusahaan dapat mengelola kebutuhan permodalan secara lebih efisien sehingga ruang ekspansi bisnis tetap terjaga.

Dody menerangkan kondisi pasar domestik juga mempengaruhi, karena tidak semua risiko dapat diserap optimal oleh reasuransi dalam negeri, baik karena keterbatasan kapasitas maupun appetite risiko. 

"Dalam kondisi tersebut, pasar reasuransi internasional menjadi alternatif penting," tuturnya.

Meski demikian, Dody menuturkan perusahaan asuransi tetap mengedepankan prinsip balanced reinsurance strategy. Artinya, selama kapasitas dan kompetensi reasuransi domestik masih memadai, penempatan di dalam negeri tetap menjadi prioritas sesuai semangat penguatan industri nasional. 

Baca Juga: BSI Raup Manfaat dari Program Pemerintah, Bisnis Bullion hingga KUR Tumbuh Positif

"Alhasil, reasuransi luar negeri umumnya digunakan untuk melengkapi kapasitas, bukan semata-mata menggantikan pasar domestik," ucap Dody.

Jika menilik laporan keuangan perusahaan di situs resmi per Maret 2026, Asei tercatat dominan menggunakan reasuransi dalam negeri. Adapun sebanyak 37,5% risiko dilimpahkan kepada PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero), diikuti PT Maskapai Reasuransi Indonesia sebesar 22,5%. 

Sebagai informasi, data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, masih adanya 34,98% premi reasuransi yang mengalir ke luar negeri pada 2025, termasuk penempatan premi asuransi yang langsung ke reasuransi luar negeri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×