kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.904.000   -43.000   -1,46%
  • USD/IDR 16.872   29,00   0,17%
  • IDX 8.219   -46,79   -0,57%
  • KOMPAS100 1.159   -9,20   -0,79%
  • LQ45 830   -8,91   -1,06%
  • ISSI 295   -1,13   -0,38%
  • IDX30 433   -3,16   -0,73%
  • IDXHIDIV20 517   -3,83   -0,74%
  • IDX80 129   -1,09   -0,83%
  • IDXV30 143   -0,18   -0,13%
  • IDXQ30 140   -1,43   -1,02%

Ini Strategi Penyaluran Kredit Bank BJB Tahun Ini


Rabu, 09 Februari 2022 / 19:33 WIB
Ini Strategi Penyaluran Kredit Bank BJB Tahun Ini
ILUSTRASI. Gedung kantor pusat Bank BJB di Bandung.


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat Tbk (Bank BJB) optimistis penyaluran kredit tahun 2022 akan tumbuh lebih baik dari tahun lalu. Bank ini menargetkan kredit  tumbuh sekitar 9%-10%.

Direktur Utama Bank BJB  Yuddy Renaldi mengatakan, strategi perseroan dalam menyalurkan kredit masih akan mempertahankan segmen debitur berpenghasilan tetap seperti Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai captive market kredit konsumsi.

"Pasalnya, ekosistem ASN ini semuanya ada di Bank BJB, mulai dari kas daerah sampai dengan belanja pegawainya semua dikelola oleh kami," kata Yuddy pada Kontan.co.id, Rabu (9/2).

Kendati begitu, pertumbuhan kredit produktif diperkirakan akan lebih tinggi karena permintaannya akan  lebih dulu pulih dibandingkan konsumsi masyarakat. Yuddy bilang, kredit produktif segmen korporasi dan komersial ditargetkan tumbuh dikisaran 14%-16%.

Baca Juga: Bank BJB Raih Penghargaan Raih Top 100 Most Valuable Brands

Di awal tahun ini, pertumbuhan kredit Bank BJIB sudah lebih tinggi dari tahun lalu secara year on year (YoY) dan masih sejalan dengan ekspektasi pertumbuhan kredit sepanjang tahun 2022.

Dia mengatakan, permintaan kredit dari UMKM,  Korporasi, dan KPR secara persentase cukup besar di awal tahun ini. 

"Jadi kami sangat optimistis pertumbuhan kredit akan jauh lebih baik dari tahun lalu yang terkendala akibat penerapan PPKM yang begitu ketat di kuartal III 2021. Walaupun bulan Februari ini  Omicron meningkat tinggi, namun  tidak ada pembatasan transaksi ekonomi,” pungkas Yuddy.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×