kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.677.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.827   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Ini tiga risiko yang menanti perbankan, bila penyebaran virus corona terus berlanjut


Jumat, 15 Mei 2020 / 19:51 WIB
ILUSTRASI. Nasabah bertansaksi menggunakan mesin ATM di salah satu perkantoran di Jakarta, Jumat (22/11).Ini tiga risiko yang menanti perbankan, bila penyebaran virus corona berlanjut. /pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/22/11/2019.


Reporter: Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang | Editor: Tendi Mahadi

Pun, ditambah pula dengan sederet kebijakan yang telah dikeluarkan OJK seperti Peraturan OJK Nomor 11 diharapkan mampu meringankan beban NPL perbankan.

Risiko kedua, antara lain risiko pasar yaitu perubahan aset lembaga jasa keuangan yang diakibatkan oleh yield instrumen keuangan dan pelemahan nilai tugas. "Ada risiko pasar karena memang akibat dari pelemahan yield instrumen keuangan, kemudian juga pelemahan nilai tukar, itu pasti akan terjadi juga risiko pasar," sebutnya.

Baca Juga: Bank Yudha Bhakti salurkan THR Rp 86,5 miliar ke nasabah pensiunan

Risiko ketiga, antara lain risiko likuiditas yang sangat mungkin mengetat apabila kondisi penyebaran virus Covid-19 terus berlanjut. 

"Ke depan kita terus akan melakukan pemantauan day to day karena tekanan likuiditas, kalau nasabahnya tidak membayar pasti banknya akan mulai hangat itu cash flow-nya, bagaimana memenuhi likuiditasnya," tambahnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×