Reporter: Aulia Ivanka Rahmana | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) memperkirakan pertumbuhan pembiayaan kendaraan listrik pada 2026 akan lebih moderat efek berakhirnya insentif impor kendaraan listrik completely built-up (CBU) pada akhir 2025. Pasalnya berakhirnya insentif maka berpotensi mendorong kenaikan harga jual.
Chief Financial Officer Adira Finance Sylvanus Gani mengatakan, penghentian insentif tersebut dapat memengaruhi daya beli masyarakat terhadap kendaraan listrik karena harga unit yang menjadi lebih mahal, sehingga laju permintaan diperkirakan melambat.
“Berakhirnya insentif impor mobil listrik CBU pada akhir 2025 berpotensi mendorong kenaikan harga jual kendaraan listrik dan menyebabkan permintaan melambat, sehingga berpengaruh pada pertumbuhan yang lebih moderat,” ujar Gani kepada Kontan, Senin (13/1/2026).
Baca Juga: BCA Optimistis KPR Kembali Menguat pada 2026
Meski demikian, Adira Finance masih melihat peluang pembiayaan kendaraan listrik tetap terbuka, terutama untuk segmen konsumen yang memandang kendaraan listrik sebagai solusi jangka panjang dari sisi efisiensi biaya dan keberlanjutan.
Untuk mendukung kinerja pembiayaan kendaraan listrik pada 2026, Adira Finance akan menjalankan sejumlah strategi, antara lain melalui penawaran program promosi yang menarik, perluasan kerja sama dengan berbagai merek kendaraan listrik, termasuk pemain baru, serta penyediaan solusi pembiayaan yang kompetitif, fleksibel, dan disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan.
Selanjutnya: Simak Prospek SGRO Usai Berganti Nama Jadi Prime Agri Resources Pasca Akuisisi
Menarik Dibaca: Ramalan Zodiak Keuangan dan Karier Besok Kamis 15 Januari 2026, Tentukan Arah
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












![[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_17122515210200.jpg)
