kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   -65.000   -2,22%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Investasi Emas Asuransi Masih Minim, Mega Insurance Fokus Investasi di Obligasi


Jumat, 03 April 2026 / 17:15 WIB
Investasi Emas Asuransi Masih Minim, Mega Insurance Fokus Investasi di Obligasi
ILUSTRASI. Mega Insurance Siap Lindungi Pemudik (Tribunnews/Jeprima)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, porsi penempatan investasi industri asuransi komersial di instrumen emas terbilang masih sangat kecil. Per Januari 2026, nilainya sekitar Rp 3,4 miliar atau 0,0005% dari total investasi industri asuransi.

Salah satu pemain asuransi yakni PT Asuransi Umum Mega (Mega Insurance) menyebut saat ini belum memiliki penempatan investasi pada emas. Sebagai perusahaan asuransi umum, Risk, Legal, and Compliance Director Mega Insurance Diang Edelina mengatakan pihaknya perlu memastikan ketersediaan likuiditas yang memadai untuk memenuhi potensi klaim yang bersifat lebih jangka pendek dan dinamis. 

"Oleh karena itu, strategi investasi kami lebih difokuskan pada instrumen pendapatan tetap, serta pasar uang yang stabil dan mudah dicairkan," ungkapnya kepada Kontan, Kamis (2/4/2026).

Baca Juga: Bank Mega (MEGA) Bagi Dividen Tunai Rp 171 Per Saham dan Saham Bonus, Simak Jadwalnya

Meski demikian, Diang menyampaikan Mega Insurance tetap memonitor perkembangan instrumen emas sebagai bagian dari alternatif diversifikasi, selama dinilai sesuai dengan profil risiko perusahaan dan ketentuan regulasi.

Lebih lanjut, Diang mengatakan tren kenaikan harga emas yang belakangan tinggi sebagai dinamika pasar yang menarik. Khususnya emas sering dipandang sebagai aset safe haven di tengah ketidakpastian global. 

Namun, dia bilang bagi perusahaan asuransi, keputusan investasi tidak didasarkan pada pergerakan jangka pendek, tetapi tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan konsistensi strategi alokasi aset jangka panjang. 

Saat ini, Diang menyebut porsi terbesar portofolio investasi Mega Insurance masih ditempatkan pada instrumen pendapatan tetap, terutama obligasi pemerintah dan obligasi korporasi dengan kualitas kredit yang baik. Hal itu karena dinilai paling sesuai dengan karakteristik kewajiban perusahaan.

Sebagai informasi, berdasarkan laporan keuangan di situs resmi, Mega Insurance mencatatkan alokasi investasi sebesar Rp 743,92 miliar per Januari 2026. Adapun penempatan investasi terbesar berada di instrumen Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp 397,01 miliar. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Apa dampak bagi saya, jika saya...



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×