Reporter: Ammar Rezqianto | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pergerakan saham bank berkapitalisasi besar atau big banks masih berada dalam tekanan pada perdagangan sesi pertama, Selasa (19/5/2026). Meski sebagian besar saham perbankan mampu bertahan di zona hijau, penguatan yang terjadi cenderung sangat terbatas setelah sempat menguat cukup tinggi di awal perdagangan.
Di antara empat saham big banks, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi satu-satunya yang berada di zona merah. Sementara itu, saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) masih mencatatkan kenaikan tipis.
Hingga jeda perdagangan siang, saham BBCA berada di level Rp 6.025 atau turun 1,63% dibandingkan penutupan sebelumnya. Penurunan BBCA menjadi yang terdalam dibandingkan saham big banks lainnya.
Di sisi lain, BBRI menguat 0,33% ke level Rp 3.070. Kemudian BBNI naik 0,26% menjadi Rp 3.810, sedangkan BMRI menguat 0,24% ke posisi Rp 4.140.
Sebelumnya, keempat saham perbankan besar tersebut sempat mencatatkan penguatan yang cukup signifikan pada awal sesi perdagangan. Namun, tekanan jual kembali terjadi menjelang siang sehingga memangkas sebagian besar penguatan tersebut, terutama pada saham BBCA.
Baca Juga: Bank Pilih Parkir Dana di SRBI Saat Permintaan Kredit Melemah
Senior Analis Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, memproyeksikan pergerakan saham big banks pada pekan ini masih akan dibayangi volatilitas tinggi.
Menurut Nafan, tingginya volatilitas tersebut dipicu oleh pengumuman rebalancing indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang dirilis pekan lalu. Meski saham big banks tidak masuk dalam daftar emiten yang dikeluarkan dari indeks MSCI, pergerakan saham-saham tersebut dinilai tetap akan terkena dampak jangka pendek.
"Secara jangka pendek, efek dari pengumuman MSCI ini masih akan terasa pada saham big banks karena investor asing akan mulai menyesuaikan posisi portofolio investasinya di Indonesia," kata Nafan.
Ia menambahkan, kondisi volatilitas pada saham big banks diperkirakan mulai mereda menjelang akhir Mei 2026. Oleh karena itu, Nafan merekomendasikan investor untuk melakukan aksi beli secara bertahap atau akumulasi secara selektif di tengah fluktuasi pasar yang masih tinggi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













