kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45729,74   -6,98   -0.95%
  • EMAS963.000 3,44%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Investree targetkan salurkan pinjaman Rp 1 triliun


Rabu, 03 Januari 2018 / 22:15 WIB
Investree targetkan salurkan pinjaman Rp 1 triliun

Reporter: Harry Muthahhari | Editor: Rizki Caturini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan teknologi finansial berbasis peer to peer lending (p2p lending) PT Investree Radhika Jaya (Investree) menargetkan penyaluran pinjaman sebesar Rp 1 triliun di tahun ini. Target tersebut meningkat dari penyaluran per 31 Desember 2017 lalu yang mencapai Rp. 535 miliar.

Untuk mencapai target tersebut, Investree akan fokus memperluas kolaborasi. Hingga saat ini, Investree telah berkolaborasi dengan berbagai perusahaan e-commerce seperti Tokopedia, Matahari Mall, dan Lazada.

CEO Investree Adrian Gunadi mengatakan, pada 2018 Investree akan berfokus pada kolaborasi dengan korporasi yang memiliki banyak Usaha Kecil dan Menengah. "Kami juga kolaborasi dengan perbankan dan multifinance," kata Adrian saat dihubungi Kontan.co.id pada Rabu (1/3).

Selanjutnya, Investree juga sudah menyiapkan beberapa produk baru yang akan diluncurkan di 2018 ini. Pada awal tahun ini saja, kata Adrian, Investree akan meluncurkan produk pinjaman syariah.

Selain itu, salah satu upaya menarik lainnya adalah Investree telah diminta oleh pemerintah untuk meluncurkan produk Surat Berharga Negara (SBN). Produk ini menurut Adrian merupakan yang pertama yang akan diluncurkan oleh perusahaan p2p lending.

Produk SBN itu akan memberikan akses bagi masyarakat yang ingin melakukan investasi dalam bentuk Surat Berharga Negara dengan harga yang murah. "Bisa dibeli di angka Rp 500.000 atau Rp 1 juta," jelas Adrian.

Pada akhir 2017 lalu, Investree mencatatkan Non Performing Loan (NPL) sebesar 0% pada keterlambatan pembayaran di atas 90 hari. Untuk keterlambatan di bawah 60 hari, NPL Investree sebesar 4%.


 




TERBARU

Close [X]
×