kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Jadi anggota sistem asset registry, ini harapan Mandiri Tunas Finance


Kamis, 08 Agustus 2019 / 20:52 WIB

Jadi anggota sistem asset registry, ini harapan Mandiri Tunas Finance

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ketua Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Suwandi Wiratno mengatakan saat ini sudah ada 70 multifinance yang sudah mendaftar dalam sistem asset registry yang diharapkan soft launching pada September ini.

Salah satunya adalah PT Mandiri Tunas Finance (MTF).

Baca Juga: Pembiayaan alat berat diyakini akan tumbuh hingga akhir tahun

Direktur MTF Harjanto Tjitohardjojo bilang perusahannya berharap bisa mencegah penjaminan ganda oleh multifinance ke perusahaan perbankan. Dengan demikian, perbankan bisa dengan mudah mengecek dan mempercayai permohonan pendanaan dari multifinance.

"Dengan adanya sistem registry ini, dapat menjaga kualitas customer dengan memastikan asset tidak double financing seperti 1 mobil dijadikan agunan di 2 sampai 3 leasing. Selain itu, Kontribusi kepada APPI , menjaga komitmen agar industri pembiayaan sehat," ujarnya kepada Kontan.co.id, Selasa (6/8).

Pihaknya mengaku selama ini telah menjalankan quality assurance (QA) untuk mencegah praktik penjaminan ganda.

Baca Juga: Siapkan restrukturisasi utang, Bank BNI: Duniatex perlu atur ulang arus kas

Disertai dengan proses audit internal melalui bantuan teknologi informasi untuk memverifikasi aset yang sudah didaftarkan.

Di samping itu, MTF juga terus berupaya menjaga agunan nasabah. Misalnya, dengan menyimpan bukti kepemilikan kendaraan selama proses pembiayaan dan kemudian mengembalikan agunan jika nasabah tersebut telah melunasi kredit sesuai perjanjian.

"Ya, dengan kita laporkan agunan nasabah maka jika nasabah nakal akan terdeteksi bahwa BPKB nasabah di simpan di MTF," katanya.

Baca Juga: Bank berlomba bikin platform digital wealth management

Banyaknya kasus penjaminan ganda, menjadi pelajaran bagi industri multifinance untuk berbenah diri. karena itu, di awal tahun 2019 ini APPI menginisiasi sistem asset registry.

Ini merupakan sistem pelaporan portofolio pembiayaan atau account receivable yang digunakan sebagai jaminan untuk perbankan. Dengan sistem asset registry ini bisa melacak penjaminan agunan multifinance ke perbankan.

Baca Juga: Ini alasan kredit OCBC NISP hanya tumbuh 2% hingga semester I 2019


Reporter: Ahmad Ghifari
Editor: Tendi
Video Pilihan

TERBARU
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0013 || diagnostic_api_kanan = 0.0494 || diagnostic_web = 0.2899

Close [X]
×