kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.926   26,00   0,15%
  • IDX 6.347   6,83   0,11%
  • KOMPAS100 838   -1,29   -0,15%
  • LQ45 634   -2,42   -0,38%
  • ISSI 218   0,18   0,08%
  • IDX30 357   -1,44   -0,40%
  • IDXHIDIV20 442   -1,87   -0,42%
  • IDX80 95   -0,25   -0,27%
  • IDXV30 119   0,07   0,06%
  • IDXQ30 114   -0,57   -0,50%

Biaya Dana Obligasi Naik, Kredit Bank Kian Kompetitif


Rabu, 22 Juli 2026 / 13:42 WIB
Biaya Dana Obligasi Naik, Kredit Bank Kian Kompetitif
ILUSTRASI. Obligasi Negara/SUN (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Era suku bunga tinggi mendorong naik tawaran imbal hasil (yield) surat utang alias obligasi. Hal tersebut membuat daya saing kredit perbankan sebagai sumber pendanaan korporasi meningkat. 

Lembaga pemeringkat efek PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) mencatat ada total Rp 87,35 triliun obligasi yang diterbitkan korporasi nasional sepanjang semester I-2026. Nominalnya turun 3,91% secara tahunan (year-on-year/yoy). 

Kepala Divisi Riset Ekonomi Pefindo Suhindarto menyebut, melandainya penerbitan obligasi oleh korporasi ini salah satunya disebabkan oleh peningkatan biaya dana seiring naiknya suku bunga acuan selama kuartal II-2026. 

Baca Juga: Danantara Perkuat PNM, Pendampingan 23,3 Juta Nasabah Ultra Mikro Jadi Fokus

Untuk obligasi korporasi dengan rating relatif rendah, utamanya A ataupun BBB, yield yang ditawarkan bakal cenderung lebih tinggi ketimbang bunga kredit bank. Dus, korporasi perlu menggelontorkan biaya dana lebih besar jika memutuskan menerbitkan obligasi alih-alih mengambil kredit bank. 

“Sehingga mungkin memang akhirnya membuat penerbitan lebih selektif di tahun ini,” ujar Darto dalam konferensi pers daring, Rabu (22/7/2026). 

Namun, rasio penerbitan terhadap jatuh tempo naik menjadi 158,2% dari posisi 140,3% pada periode yang sama tahun sebelumnya. Artinya, 58,2% dari total nilai obligasi yang diterbitkan korporasi merupakan penerbitan baru, bukan semata refinancing untuk obligasi jatuh tempo. 

Jika dilihat dari tujuan penerbitannya, memang obligasi untuk refinancing berkurang nilainya dari Rp 31,49 triliun menjadi Rp 23,1 triliun. Obligasi untuk modal kerja juga turun dari Rp 56,2 triliun menjadi Rp 44,77 triliun, sementara obligasi untuk investasi melesat dari Rp 3,14 triliun menjadi Rp 19,48 triliun. 

Melihat tren itu, Darto bilang sejatinya obligasi tetap menjadi alternatif yang menarik sepanjang semester I-2026. Namun dengan biaya dana yang mulai meningkat, bukan tak mungkin korporasi bakal mulai cenderung mempertimbangkan menggalang dana dari kredit bank. 

“Mengingat biaya dananya sudah mulai mengalami peningkatan, jadi memang kami coba pantau lagi ke depannya seperti apa,” sebutnya. 

Baca Juga: Jamkrida Sumbar Perkuat Manajemen Risiko untuk Tekan Rasio Klaim

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×