kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.850.000   -50.000   -1,72%
  • USD/IDR 17.084   45,00   0,26%
  • IDX 7.282   3,26   0,04%
  • KOMPAS100 1.007   0,18   0,02%
  • LQ45 734   0,19   0,03%
  • ISSI 263   1,93   0,74%
  • IDX30 394   -4,75   -1,19%
  • IDXHIDIV20 481   -6,65   -1,36%
  • IDX80 113   0,09   0,08%
  • IDXV30 133   -1,33   -0,99%
  • IDXQ30 127   -1,75   -1,36%

Jamkrida Kaltim Terapkan Sejumlah Strategi Ini Guna Meningkatkan Kinerja pada 2026


Kamis, 09 April 2026 / 08:09 WIB
Jamkrida Kaltim Terapkan Sejumlah Strategi Ini Guna Meningkatkan Kinerja pada 2026
ILUSTRASI. Jamkrida Kaltim siapkan strategi ambisius 2026.


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Jamkrida Kaltim (Kalimantan Timur) akan menerapkan sejumlah strategi guna meningkatkan kinerja pada 2026.

Direktur Utama Jamkrida Kaltim Agus Wahyudin mengatakan perusahaan akan terus berupaya untuk mendapat izin dan legalitas menjamin Kredit Usaha Rakyat (KUR). 

Agus menyampaikan pihaknya juga akan berupaya mengoptimalkan kinerja melalui penjaminan kredit multiguna yang dinilai masih memiliki potensi pasar cukup besar.

"Hal itu karena banyaknya Aparatur Sipil Negara baik Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan Kota/Kabupaten yang memerlukan pembiayaan," katanya kepada Kontan, Kamis (9/4/2026).

Baca Juga: OJK Proyeksi Kinerja Paylater Perusahaan Pembiayaan Tumbuh Positif di 2026

Agus juga akan mengoptimalkan penjaminan suretyship dan kredit konstruksi. Oleh karena itu, dia berharap pemangkasan Transfer ke Daerah (TKD) tidak terlalu besar.

Dengan demikian, daerah masih tetap dapat melakukan pembangunan infrastruktur, mempercepat pembangunan jalan dan jembatan, peningkatan layanan kesehatan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. 

"Selain itu, perusahaan berupaya untuk menjalankan usaha jasa lainnya, berupa menjadi referal untuk asuransi marine cargo dan marine hull, karena cukup tingginya lalu lintas batubara di Kaltim yang berpeluang menjadi pendapatan fee," tuturnya.

Sementara itu, Agus menyampaikan nilai Imbal Jasa Penjaminan (IJP) bruto perusahaan mengalami penurunan sebesar 24,87% secara Year on Year (YoY) per Februari 2026. Sayangnya, tak disebutkan nilai yang dibukukan. 

Agus hanya menerangkan penurunan itu terjadi karena terjadi penurunan IJP di produk penjaminan konstruksi, kontra bank garansi dan suretybond. Dipicu juga proyek Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kaltim tahun anggaran 2026 yang relatif belum dimulai, karena masih dalam tahap persiapan dan pengesahan. 

"Penurunan IJP bruto tersebut juga dibayang-bayangi dengan struktur APBD Kaltim 2026 sebesar Rp 15,15 triliun, atau turun cukup signifikan dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp 21,74 triliun," ucap Agus. 

Baca Juga: Laba Fintech Lending Meroket Jadi Rp 383 Miliar, Tapi TWP90 Ikut Membengkak

Penurunan IJP bruto Jamkrida Kaltim juga sejalan dengan kondisi industri.

Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, nilai IJP bruto industri penjaminan konvensional mengalami kontraksi sebesar 7,78% YoY, menjadi Rp 1,54 triliun per Februari 2026. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×