Reporter: Ade Priyatin | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja industri asuransi syariah kembali membaik pada Mei 2026.
Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang disampaikan di Rapat Dewan Komisioner Bulan Juni 2026 pada Selasa (7/7), total kontribusi asuransi syariah secara industri naik 18,10% mencapai Rp9,15 triliun per Mei 2026.
Angka ini menunjukkan perbaikan dari bulan April 2026 yang mencatatkan total kontribusi sebesar Rp7,35 triliun.
Pengamat Asuransi, Wahyudin Rahman menilai pemulihan tersebut dipicu oleh normalisasi aktivitas bisnis setelah terjadi perlambatan pada bulan April.
Baca Juga: Laba BCA Syariah Tumbuh 13,82% hingga Mei 2026, Ditopang Digitalisasi
Selain itu, adanya peningkatan produksi baru di segmen asuransi umum syariah serta pulihnya aktivitas ekonomi pasca lebaran juga disebut turut berkontribusi pada kenaikan kinerja ini.
"Pemulihan kontribusi asuransi syariah pada Mei 2026 terutama didorong oleh normalisasi aktivitas bisnis setelah perlambatan pada April," jelasnya kepada Kontan, Kamis (9/8/26).
Menurutnya, di tengah berbagai tantangan, fundamental industri asuransi syariah juga masih tetap terjaga. Hal ini terlihat dari pertumbuhan aset asuransi syariah serta ketahanan permodalan industri yang masih kuat.
Selain itu, terdapat juga indikasi perbaikan permintaan terhadap produk asuransi syariah seiring meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya perlindungan berbasis syariah.
Hal itu terjadi seiring dengan perusahaan asuransi yang kini dinilai makin aktif mengembangkan produk dan memperluas kanal distribusi sehingga turut mendukung pertumbuhan bisnis di lini syariah.
Adapun pada bulan Mei 2026, total aset asuransi jiwa syariah mencapai Rp37,72 triliun, sedangkan total aset asuransi umum syariah sebesar mencapai Rp10,67 triliun.
Jika ditelaah dibanding periode yang sama di tahun sebelumnya, total aset juga mengalami peningkatan. Per Mei 2025, total aset asuransi jiwa syariah adalah sebesar Rp34,48 triliun sedangkan total aset asuransi umum syariah adalah Rp9,59 triliun.
Baca Juga: Bank Jago Hadirkan Rapor Kredit, Debitur Bisa Pantau Kesehatan Pinjaman
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














