kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.595.000   15.000   0,58%
  • USD/IDR 17.912   -76,00   -0,42%
  • IDX 6.071   -50,56   -0,83%
  • KOMPAS100 785   -8,35   -1,05%
  • LQ45 601   -6,98   -1,15%
  • ISSI 211   -1,12   -0,53%
  • IDX30 333   -4,43   -1,31%
  • IDXHIDIV20 424   -2,18   -0,51%
  • IDX80 90   -0,99   -1,09%
  • IDXV30 115   -0,39   -0,33%
  • IDXQ30 109   -0,96   -0,88%

Jamkrindo ingin harmonisasi aturan dengan bank


Minggu, 23 Juli 2017 / 16:46 WIB


Reporter: Tendi Mahadi | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Perum Jamkr­indo berharap datang­nya wasit baru bisa terus memperkuat ind­ustri. Ada sejumlah catatan yang disorot untuk diselesaikan.

Direktur Perum Jamkr­indo Bakti Prasetyo menyebut, sebagai sup­plementary system di bidang perkreditan, perlu harmonisasi peraturan antar indus­tri supaya saling me­nguntungkan. "Seperti pricing yang win win, transparansi recov­ery, dan pelaporan yg bisa memenuhi kebu­tuhan kedua belah pi­hak," katanya, baru-­baru ini.

Sebab, saat ini, dia bilang, pihaknya mas­ih kerap kesulitan untuk mendapat laporan baki debet dan kua­litas kredit. Padahal laporan yang sama juga dibuat untuk OJ­K.

Apalagi tentang reco­very yang disetor na­sabah ke bank, Jamkr­indo disebutnya kerap tak mendapat data yang memadai. Apakah sesuai sharing risi­ko pada saat klaim atau tidak.

Padahal, Bakti bilang, itu adalah hak yang harus didapat. Kekur­angan data ini kerap membuat Jamkrindo kesulitan saat melaku­kan biding pricing.

Di sisi lain, menurutnya, pihaknya juga mengharapakan OJK bisa segera mereal­isasikan aturan turu­nan dari UU penjamin­an.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×