kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Jamkrindo: NPL KUR bisa melonjak pada tahun kedua


Jumat, 18 Maret 2016 / 16:43 WIB


Reporter: Tendi Mahadi | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Kredit macet di segmen Kredit Usaha Rakyat alias KUR dinilai punya tren tersendiri. Kredit macet tersebut diproyeksi akan memengaruhi tren pembayaran klaim yang harus dilakukan perusahaan penjaminan seperti Perum Jamkrindo.

Direktur Jamkrindo Bakti Prsetyo mengatakan, pada tahun pertama penyaluran, non performing loan (NPL) KUR biasanya masih "adem ayem" berada di kisaran 2%.

Namun, memasuki tahun kedua, lonjakan kredit macet biasanya akan terjadi. "Masuk tahun kedua kredit macetnya itu bisa sampai 36%," kata Bakti, Jumat (18/3).

Tren kenaikan ini biasanya kembali berlanjut dengan sedikit peningkatan pada tahun ketiga. Kemudian, mulai anjlok saat tahun keempat dimana masa pinjaman KUR pun berakhir.

Dengan kredit macet yang makin membengkak, Jamkrindo pun harus menganggarkan biaya yang lebih besar untuk membayar klaim.

Pada tahun 2015, Bakti menyebut, Jamkrindo membayar klaim sebesar Rp 917 miliar. Nah, untuk tahun ini, pembayaran klaim yang harus dibayar Jamkrindo diproyeksi bisa mencapai Rp 1,25 triliun atau mengalami kenaikan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×