kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Jamkrindo: NPL KUR bisa melonjak pada tahun kedua


Jumat, 18 Maret 2016 / 16:43 WIB
Jamkrindo: NPL KUR bisa melonjak pada tahun kedua


Reporter: Tendi Mahadi | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Kredit macet di segmen Kredit Usaha Rakyat alias KUR dinilai punya tren tersendiri. Kredit macet tersebut diproyeksi akan memengaruhi tren pembayaran klaim yang harus dilakukan perusahaan penjaminan seperti Perum Jamkrindo.

Direktur Jamkrindo Bakti Prsetyo mengatakan, pada tahun pertama penyaluran, non performing loan (NPL) KUR biasanya masih "adem ayem" berada di kisaran 2%.

Namun, memasuki tahun kedua, lonjakan kredit macet biasanya akan terjadi. "Masuk tahun kedua kredit macetnya itu bisa sampai 36%," kata Bakti, Jumat (18/3).

Tren kenaikan ini biasanya kembali berlanjut dengan sedikit peningkatan pada tahun ketiga. Kemudian, mulai anjlok saat tahun keempat dimana masa pinjaman KUR pun berakhir.

Dengan kredit macet yang makin membengkak, Jamkrindo pun harus menganggarkan biaya yang lebih besar untuk membayar klaim.

Pada tahun 2015, Bakti menyebut, Jamkrindo membayar klaim sebesar Rp 917 miliar. Nah, untuk tahun ini, pembayaran klaim yang harus dibayar Jamkrindo diproyeksi bisa mencapai Rp 1,25 triliun atau mengalami kenaikan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×