kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45987,95   -3,63   -0.37%
  • EMAS958.000 0,10%
  • RD.SAHAM -1.52%
  • RD.CAMPURAN -0.63%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.01%

Jelang deadline, sejumlah bank bergegas tambah modal


Kamis, 03 Desember 2020 / 21:05 WIB
Jelang deadline, sejumlah bank bergegas tambah modal
ILUSTRASI. Pelayanan nasabah?Bank Bisnis Internasional di Bandung


Reporter: Anggar Septiadi | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tak lebih dari sebulan lagi, seluruh bank di Indonesia mesti memiliki modal minimum Rp 1 triliun sebagaimana ketentuan dalam POJK 12/2020 tentang konsolidasi bank umum. 

Sejumlah bank yang sampai kuartal III-2020 kemarin masih punya modal di bawah Rp 1 triliun pun kini tengah bergegas melakukan aksi penambahan modal. 

PT Bank Bisnis Internasional Tbk (BBSI) misalnya tengah bersiap menggelar aksi penambahan modal via rights issue. Perseroan akan menerbitkan 394.764.705 saham anyar atau setara 13,04% modal disetor perseroan. Dengan harga pelaksanaan Rp 735 per saham, perseroan membidik dana Rp 290,15 miliar dari aksi ini. 

Baca Juga: Ini sektor-sektor penyumbang NPL tertinggi menurut analis dan bankir

“Aksi rights issue ini dilakukan untuk memenuhi ketentuan modal inti Rp 1 triliun, sesuai dengan ketentuan OJK,” ungkap Corporate Secretary Bank Bisnis kepada KONTAN, Kamis (3/12).

Rights issue merupakan aksi lanjutan dari rangkaian upaya perseroan buat memenuhi ketentuan permodalan tersebut. Kuartal III kemarin, Bank Bisnis juga telah melakukan initial public offering (IPO) dan berhasil Rp 189,49 miliar. 

Per September 2020, modal inti perseroan tercatat Rp 702,250 miliar. Dengan tambahan dana rights issue Rp 290,150 miliar dan kinerja sampai akhir tahun akan membuat perseroan memenuhi ketentuan tersebut. 

Di sisi lain, aksi rights issus juga jadi sarana pengendali perseroan yaitu Sundjono Suriadi untuk mendiversifikasi kepemilikannya di perseroan. Pasalnya sebagian hak Sundjono dalam rights issue ini akan dialihkan ke PT Bandung Pakar, dan PT Sunnido Textile. “Kedua perusahaan tersebut masih afiliasi dari pengendali,” lanjut Paulus. 

Kemudian ada PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk (BEKS) yang rencana suntikan modalnya dari Pemprov Banten Rp 1,55 triliun akhirnya direstui Otoritas Jasa Keuangan (OJK). “Dana setoran modal dari Pemprov sudah kami terima,” kata Direktur Utama Bank Banten Fahmi Bagus Mahesa kepada KONTAN.  

Baca Juga: Eximbank realisasikan fasilitas program PEN senilai Rp 9,5 miliar

Dengan tambahan tersebut modal inti Bank Banten tercatat sudah mencapai Rp 1,56 triliun dengan capital adequacy ratio (CAR) mencapai 54,10%. 

Adapula sejumlah bank yang tercatat masih memiliki modal inti di bawah Rp 1 triliun pun juga telah menyatakan komitmennya buat menggelar aksi tambah modal.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×