kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   27.000   0,96%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

Jika iuran BPJS kecil, manfaatnya jadi tak ideal


Kamis, 16 April 2015 / 17:23 WIB
Jika iuran BPJS kecil, manfaatnya jadi tak ideal
ILUSTRASI. Sejumlah ikhtiar dilakukan PT Timah Tbk (TINS) untuk meningkatkan kinerja ke depan.


Reporter: Tendi Mahadi | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Besaran iuran untuk program jaminan pensiun racikan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan disebut sudah melewati perhitungan yang matang. Mereka pun menilai besaran iuran jaminan pensiun yang mencapai 8% sudah wajar.

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Elvyn Masassya beralasan besaran iuran tersebut adalah hasil perhitungan yang paling moderat. Sehingga nantinya akan menghasilkan benefit yang paling optimal.

Mengutip kajian International Labour Organization (ILO), Elvyn bilang masa pensiun seseorang akan masuk dalam kategori layak bila mendapat 40% dari rata-rata upah selama masa kerja. "Dengan asumsi ini, besaran benefit yang bisa diberikan melalui program ini mencapai 35% sampai 40% dari rata-rata upah," katanya.

Artinya bila besaran iuran makin ditarik lebih kecil dari 8%, maka dikhawatirkan besaran manfaat pensiun yang didapat makin jauh dari kata ideal. Dengan iuran sebesar itu, ia bilang manfaat pensiun akan optimal dengan masa iuran minimal 15 tahun.

Memang besaran manfaat pensiun sendiri juga akan bergantung pada besaran upah yang bersangkutan selama masa kerja. Meski begitu, dia bilang manfaat pensiun yang akan mereka berikan paling rendah akan menyentuh Rp 1 juta per bulan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×