kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.884.000   -21.000   -1,10%
  • USD/IDR 16.625   -20,00   -0,12%
  • IDX 6.833   5,05   0,07%
  • KOMPAS100 987   -1,19   -0,12%
  • LQ45 765   1,61   0,21%
  • ISSI 218   -0,33   -0,15%
  • IDX30 397   1,17   0,30%
  • IDXHIDIV20 467   0,48   0,10%
  • IDX80 112   0,13   0,12%
  • IDXV30 114   0,08   0,07%
  • IDXQ30 129   0,38   0,29%

KADIN : Idealnya iuran BPJS Ketenagakerjaan 5%


Kamis, 16 April 2015 / 10:11 WIB
KADIN : Idealnya iuran BPJS Ketenagakerjaan 5%
ILUSTRASI. 5 Manfaat Hyaluronic Acid untuk Wajah, Cerahkan Kulit!


Reporter: Maggie Quesada Sukiwan | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Besaran iuran pensiun BPJS Ketenagakerjaan yang mencapai 8% menimbulkan berbagai protes. Salah satunya adalah dari pihak Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN).

Wakil Ketua Umum KADIN Bidang Lingkungan Hidup dan Perubahan Iklim Shinta W Kamdani berpendapat, idealnya, iuran BPJS Ketenagakerjaan adalah sebesar 5%. Sebab, iuran pensiun di angka 8% terlalu memberatkan berbagai pihak, baik kalangan pengusaha maupun buruh.

Menurutnya, protes dan keberatan tersebut telah disampaikan kepada pihak pemerintah. "Sedang didiskusikan. Pemerintah diharapkan mencarikan solusi penurunan karena tidak memungkinkan dengan nilai tersebut (iuran 8%)," tuturnya.

Sebelumnya, berdasarkan perhitungan OJK, dengan tidak memasukkan iuran pensiun, saat ini, setiap perusahaan menanggung beban kesejahteraan sebesar 18,24%-20,74%. Pemberi kerja menanggung 14,24%-16,74% dan pekerja 4%. Beban tersebut untuk membayar iuran jaminan hari tua, jaminan kematian, serta jaminan kecelakaan kerja yang juga dijalankan BPJS Ketenagakerjaan, serta jaminan kesehatan yang dikelola BPJS Kesehatan dan pesangon.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Cara Praktis Menyusun Sustainability Report dengan GRI Standards Strive

[X]
×