kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.980.000   16.000   0,81%
  • USD/IDR 16.488   106,00   0,65%
  • IDX 7.830   -121,60   -1,53%
  • KOMPAS100 1.089   -17,02   -1,54%
  • LQ45 797   -14,45   -1,78%
  • ISSI 265   -3,29   -1,23%
  • IDX30 413   -7,90   -1,88%
  • IDXHIDIV20 481   -7,60   -1,56%
  • IDX80 120   -2,17   -1,77%
  • IDXV30 129   -2,94   -2,22%
  • IDXQ30 134   -2,35   -1,73%

Jiwasraya butuh Rp 32,89 triliun guna benahi solvabilitas, begini kondisi keuangannya


Kamis, 07 November 2019 / 21:08 WIB
Jiwasraya butuh Rp 32,89 triliun guna benahi solvabilitas, begini kondisi keuangannya
ILUSTRASI. Tampilan gedung kantor pusat Asuransi Jiwasraya di Jakarta, Selasa (15/1). PT Asuransi Jiwasraya (Persero) membutuhkan dana sebesar Rp 32,89 triliun agar risk based capital (RBC) sampai 120%. KONTAN/Carolus Agus Waluyo


Reporter: Ferrika Sari | Editor: Tendi Mahadi

Anggota Komisi XI DPR Rudi Hartono Bangun mengatakan bahwa perlu kajian panjang untuk menyehatkan kembali Jiwasraya. Apalagi, permasalahan Jiwasraya diduga disebabkan oleh direksi lama yang memanipulasi pembelian saham.

“Mereka membeli saham bermasalah, jadi jeblok. Jadi harga saham jadi hancur dan murah ketika dibeli kembali. Akhirnya ada indikasi pencucian uang dari direksi lama,” kata Rudi.

Baca Juga: Genjot penyaluran pembiayaan, BRIsyariah jalin kerjasama dengan koperasi dan UMKM

Maka itu, ia mengusulkan adanya Panitia Kerja (Panja) Jiwasraya yang menghadirkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai pengawas lembaga keuangan. Juga menghadirkan kepolisian, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk memeriksa aturan keuangan terhadap risiko investasi yang diambil Jiwasraya.

“Direksi lama harus bertanggung jawab karena itu uang nasabah yang menjerit-jerit (pengembalian dananya). Nasabahnya, sampai ngesot-ngesot ke kantor Jiwasraya bagaimana klaim mereka bisa kembali,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×