kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.605.000   -25.000   -0,95%
  • USD/IDR 17.939   104,00   0,58%
  • IDX 6.299   -76,31   -1,20%
  • KOMPAS100 819   -14,09   -1,69%
  • LQ45 623   -9,92   -1,57%
  • ISSI 219   -2,18   -0,99%
  • IDX30 345   -5,37   -1,53%
  • IDXHIDIV20 429   -4,96   -1,14%
  • IDX80 93   -1,50   -1,58%
  • IDXV30 117   -1,48   -1,24%
  • IDXQ30 111   -1,66   -1,48%

Jiwasraya butuh Rp 32,89 triliun guna benahi solvabilitas, begini kondisi keuangannya


Kamis, 07 November 2019 / 21:08 WIB
ILUSTRASI. Tampilan gedung kantor pusat Asuransi Jiwasraya di Jakarta, Selasa (15/1). PT Asuransi Jiwasraya (Persero) membutuhkan dana sebesar Rp 32,89 triliun agar risk based capital (RBC) sampai 120%. KONTAN/Carolus Agus Waluyo


Reporter: Ferrika Sari | Editor: Tendi Mahadi

Anggota Komisi XI DPR Rudi Hartono Bangun mengatakan bahwa perlu kajian panjang untuk menyehatkan kembali Jiwasraya. Apalagi, permasalahan Jiwasraya diduga disebabkan oleh direksi lama yang memanipulasi pembelian saham.

“Mereka membeli saham bermasalah, jadi jeblok. Jadi harga saham jadi hancur dan murah ketika dibeli kembali. Akhirnya ada indikasi pencucian uang dari direksi lama,” kata Rudi.

Baca Juga: Genjot penyaluran pembiayaan, BRIsyariah jalin kerjasama dengan koperasi dan UMKM

Maka itu, ia mengusulkan adanya Panitia Kerja (Panja) Jiwasraya yang menghadirkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai pengawas lembaga keuangan. Juga menghadirkan kepolisian, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk memeriksa aturan keuangan terhadap risiko investasi yang diambil Jiwasraya.

“Direksi lama harus bertanggung jawab karena itu uang nasabah yang menjerit-jerit (pengembalian dananya). Nasabahnya, sampai ngesot-ngesot ke kantor Jiwasraya bagaimana klaim mereka bisa kembali,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×