kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.664.000   -6.000   -0,22%
  • USD/IDR 17.765   12,00   0,07%
  • IDX 6.600   74,46   1,14%
  • KOMPAS100 864   11,98   1,41%
  • LQ45 654   10,59   1,64%
  • ISSI 230   0,99   0,43%
  • IDX30 366   6,01   1,67%
  • IDXHIDIV20 452   8,85   2,00%
  • IDX80 98   1,48   1,52%
  • IDXV30 125   1,21   0,98%
  • IDXQ30 117   2,14   1,86%

Jutaan peserta tunggak iuran BPJS Kesehatan


Jumat, 03 November 2017 / 20:57 WIB


Reporter: Tendi Mahadi | Editor: Dessy Rosalina

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Selain disebabkan besaran iuran yang masih belum sesuai dengan pehitungan aktuaria, desifit yang dialami oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan juga disebabkan tingkat kolektabilitas yang belum optimal.

Direktur Keuangan dan Investasi BPJS Kesehatan Kemal Imam Santoso mengakui, masih cukup banyak peserta yang masih menunggak iuran. Jumlahnya mencapai sekitar sepuluh juta peserta.

Mayoritas dari peserta yang menunggak ini berasal dari segmen peserta bukan penerima upah (PBPU) alias peserta mandiri.

Sementara untuk peserta penerima upah alias pekerja, ia menyebut kedisiplinan dalam membayar iuran terbilang cukup baik. Dimana sudah lebih dari 90% peserta dari kalangan korporasi yang membayar iuran tepat waktu.

"Di negara lain butuh sepuluh tahun untuk mencapai rasio tersebut. Di kita kurang dari empat tahun," katanya, Jumat (3/11).

Nah agar kolektabilitas bisa meningkat, khususnya dari peserta mandiri, perluasan saluran pembayaran menjadi salah satu strategi yang terus diupayakan. Saat ini, ia menyebut BPJS Kesehatan pun sedang membangun platform digital yang nantinya bisa digunakan peserta sebagai saluran pembayaran iuran.

Di samping itu, ia pun menyambut baik wacana untuk melibatkan pemerintah daerah dalam membantu menanggung iuran BPJS Kesehatan dari warga masing-masing daerah. "Untuk mekanismenya tentu tergantung pemerintah nantinya seperti apa," ungkapnya.

Ancaman defisit memang kambali menjadi hal rutin yang dihadapi BPJS Kesehatan. Di tahun ini sendiri, potensi missmatch antara pendapatan dan klaim yang dibayarkan diperkirakan berada di kisaran Rp 9 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×