kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.904.000   -43.000   -1,46%
  • USD/IDR 16.853   10,00   0,06%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

Salurkan Kredit Koperasi Merah Putih, BNI Yakin Margin Tetap Terjaga


Senin, 09 Februari 2026 / 18:29 WIB
Salurkan Kredit Koperasi Merah Putih, BNI Yakin Margin Tetap Terjaga
ILUSTRASI. Paparan kinerja BNI tahun 2025 di Jakarta (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) tetap optimistis margin bunga bersih (NIM) dapat terjaga di tengah penyaluran kredit besar ke Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang memiliki tingkat imbal hasil di bawah rata-rata kredit.

BNI mengalokasikan total kredit sebesar Rp 66 triliun untuk mendukung program KDMP. Hingga Januari 2026, realisasi penyaluran kredit telah mencapai Rp 55 triliun, dengan sisa sekitar Rp 11 triliun yang bakal dicairkan secara bertahap sepanjang 2026.

Direktur Risk Management BNI David Pirzada menjelaskan, pembiayaan KDMP disalurkan melalui kredit investasi (capex loans) kepada Agrinas, yang ditugaskan membangun gedung dan infrastruktur pendukung koperasi desa. Kredit tersebut memiliki tenor enam tahun dengan suku bunga 6% per tahun.

Baca Juga: BTN Naikkan Anggaran Capex Sebesar 5% di 2026

Dengan cost of fund sekitar 3,8%, margin bunga bersih (net interest margin) dari pembiayaan KDMP berada di kisaran 2,2%. David bilang meski level itu lebih rendah ketimbang NIM konsolidasi BNI, bank melihat tingkat margin tersebut masih menarik karena didukung oleh profil risiko yang sangat rendah.

“Margin memang di bawah rata-rata bank, tetapi ini dikompensasi oleh risiko yang rendah karena pembiayaan didukung oleh APBN. Selain itu, biaya operasional juga minim karena ini skema B2B,” ujar David dalam paparan kinerja belum lama ini.

Hingga akhir 2025, NIM BNI tercatat berada di posisi 3,8%. Tahun ini, bank menargetkan posisi NIM ada di rentang 3,5%–3,8%, yang artinya bank mengantisipasi penurunan NIM hingga 30 bps.

Proyeksi yang lebih moderat ini, menurut Direktur Finance & Strategy BNI P. Hussein Paolo Kartadjoemena, sejalan dengan risiko dari kredit Agrinas. 

“Margin kredit Agrinas di kisaran 2% diperkirakan akan menekan NIM bank secara keseluruhan hampir 10 bps,” jelas Paolo dalam kesempatan yang sama. 

Di luar itu, bank melihat struktur pembiayaan KDMP cukup efektif dalam menjaga kualitas aset. Risiko utama yang dicermati antara lain potensi perubahan struktur program dan kemungkinan penyesuaian mekanisme pendanaan dari Kementerian Keuangan. 

Namun begitu, BNI memperkirakan kejelasan terkait hal tersebut akan diperoleh pada akhir kuartal I-2026.

Dari sisi arus kas, kredit Agrinas menggunakan skema amortisasi tahunan dengan masa tenggang delapan bulan. Pembayaran pertama dijadwalkan pada September 2026, dilanjutkan dengan cicilan rutin setiap Juli pada tahun-tahun berikutnya.

Baca Juga: OJK Perkuat Integritas Industri PVML Lewat Penguatan Tim Penilai Fit and Proper Test

Untuk diketahui, secara keseluruhan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pembiayaan ke KDMP mencapai Rp 148,6 triliun hingga 2025 lalu. Dana tersebut disalurkan sebagai pembiayaan awal untuk pembangunan 80.000 KDMP di seluruh Indonesia. 

Selanjutnya: Hujan Sangat Lebat di Provinsi Ini, Simak Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (10/2)

Menarik Dibaca: Hujan Sangat Lebat di Provinsi Ini, Simak Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (10/2)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×