Reporter: Ammar Rezqianto | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank KB Indonesia (KB Bank) menegaskan komitmennya untuk terus mendukung penyaluran pembiayaan UMKM tahun ini, meski dihadapkan pada peningkatan risiko kredit.
Strategi kemitraan menjadi salah satu langkah KB Bank untuk memperluas penyaluran secara selektif.
Direktur Utama KB Bank Kunardy Darma Lie mengakui, terjadi perlambatan penyaluran kredit UMKM di awal tahun.
Baca Juga: Tujuh ADK OJK Resmi Dilantik, Siap Kawal Stabilitas Sektor Keuangan 2026 - 2032
“Secara industri, memang terdapat perlambatan penyaluran kredit, termasuk di segmen mikro, pada awal tahun,” ujarnya kepada Kontan,co,id beberapa waktu lalu.
Menurut Kunardy, perlambatan ini dipengaruhi oleh faktor musiman, daya beli masyarakat yang belum pulih, serta tekanan dari dinamika konflik global.
Selain itu, data Bank Indonesia mencatat kenaikan rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) di segmen UMKM, yang mencapai 4,68% per Februari 2026 berdasarkan Asesmen Transmisi SBDK RDG Maret 2026.
Meski begitu, KB Bank memastikan dukungan terhadap UMKM tetap berlanjut. Bank ini menilai kredit UMKM masih memiliki potensi pertumbuhan secara bertahap.
“Kami menerapkan pendekatan selektif dalam mengembangkan segmen mikro. Fokus diarahkan pada penguatan portofolio segmen ritel tertentu dan korporasi, seiring dengan upaya menjaga kualitas aset,” kata Kunardy.
Selain meningkatkan penyaluran, KB Bank juga mendorong pertumbuhan UMKM melalui kerja sama dengan PT Pemodalan Nasional Madani (PNM) Tbk.
Baca Juga: Begini Pandangan Direktur BCA soal Outlook Negatif Pemeringkat Global
Dalam kerja sama ini, KB Bank menyalurkan dana sebesar Rp 500 miliar untuk mendukung berbagai program pembiayaan PNM, termasuk program Mekaar (Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera) yang menyasar perempuan prasejahtera di berbagai wilayah Indonesia.
“Kami mengedepankan pendekatan kemitraan, sehingga KB Bank tetap dapat berkontribusi dalam memperluas akses pembiayaan UMKM, dengan tetap menjaga profil risiko secara prudent,” ujarnya.
Kunardy optimistis, pertumbuhan kredit UMKM akan membaik seiring pulihnya kondisi ekonomi dan meningkatnya daya beli masyarakat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













