kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.597.000   -16.000   -0,61%
  • USD/IDR 18.005   81,00   0,45%
  • IDX 6.142   -100,09   -1,60%
  • KOMPAS100 799   -13,51   -1,66%
  • LQ45 612   -8,76   -1,41%
  • ISSI 212   -3,44   -1,60%
  • IDX30 340   -4,48   -1,30%
  • IDXHIDIV20 427   -2,32   -0,54%
  • IDX80 91   -1,54   -1,66%
  • IDXV30 116   -0,66   -0,57%
  • IDXQ30 110   -0,89   -0,80%

Kebijakan Pertama Darmin : Kebijakan LDR/GWM


Kamis, 29 Juli 2010 / 18:15 WIB


Reporter: Ruisa Khoiriyah | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Darmin Nasution menyatakan kesiapannya langsung bekerja usai terpilih menjadi Gubernur Bank Indonesia. Kemungkinan besar, kebijakan pertama yang bakal dikeluarkan Darmin pasca terpilih sebagai Gubernur BI adalah kebijakan untuk menggenjot kredit melalui penerapan Giro Wajib Minimum (GWM) berdasarkan Loan to Deposit Ratio (LDR).

"Kami sudah finalisasi, jadi segera kami selesaikan," kata Darmin usai mengikuti Sidang Paripurna DPR RI di Jakarta, Kamis (29/7). Kebijakan ini akan dibendel dengan beberapa tawaran insentif BI bagi bank-bank yang memiliki rasio permodalan tinggi.

Namun pemberian insentif untuk bank bermodal besar bukan inti kebijakan genjotan kredit tersebut. "Insentif CAR itu nanti sebagai tambahan saja. Yang terpenting kami membuat kebijakan GWM berdasarkan LDR," jelasnya.

Terkait dengan suara kalangan perbankan yang keberatan dengan kebijakan tersebut, Darmin bilang BI masih akan mempertimbangkannya. "Kalau ada beberapa bank yang katakan kesulitan mencapainya, itu nanti kita lihatlah," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×