kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Kehadiran fintech mengubah gaya milenial dalam berinvestasi emas


Senin, 20 Januari 2020 / 17:05 WIB
ILUSTRASI. Ilustrasi Fintech tumbang. KONTAN/Muradi/2018/04/10


Reporter: Maizal Walfajri | Editor: Tendi Mahadi

“Biasanya belinya uang tunai atau pakai kartu debit. Saya datang ke Gerai Antam sambil ada urusan lain. Lokasi gerainya juga strategis, saya bisa nyambi,” tutur Haul.

Emas masih memiliki peluang untuk menjadi instrumen investasi yang menarik pada tahun 2020 ini. Begitu kata pakar investasi Blackstone, Byron Wien: "Perhatikan emas pada tahun 2020. Emas memiliki peluang untuk menjadi investasi yang menarik."

Melansir Market Watch, Wien digambarkan oleh US News & World Report sebagai tokoh yang banyak disanjung di Wall Street dan salah satu investor paling berpengaruh.

Baca Juga: Alami targetkan total penyaluran pinjaman sebesar Rp 500 miliar tahun ini

Ketua Harian Asosiasi Fintech Indonesia (Aftech) Mercy Simorangkir menyatakan finansial teknologi (fintech) biasanya masuk ke sistem perekonomian melalui beberapa tahap. Pertama selalu masuk ke dalam alat pembayaran atau uang elektronik. 

Lalu tahap pendanaan atau pinjaman lewat peer to peer lending. Setelah nyaman dan percaya maka masyarakat akan menggunakan fintech untuk investasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×