kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.531.000   5.000   0,20%
  • USD/IDR 18.185   26,00   0,14%
  • IDX 5.120   63,05   1,25%
  • KOMPAS100 661   9,48   1,46%
  • LQ45 521   5,73   1,11%
  • ISSI 171   1,11   0,65%
  • IDX30 293   2,82   0,97%
  • IDXHIDIV20 393   1,54   0,39%
  • IDX80 76   1,08   1,43%
  • IDXV30 110   0,64   0,59%
  • IDXQ30 98   -0,02   -0,02%

Kehadiran fintech mengubah gaya milenial dalam berinvestasi emas


Senin, 20 Januari 2020 / 17:05 WIB
ILUSTRASI. Ilustrasi Fintech tumbang. KONTAN/Muradi/2018/04/10


Reporter: Maizal Walfajri, Maizal Walfajri | Editor: Tendi Mahadi

Tak hanya tabungan emas yang diminati, jual beli emas juga diminati kaum muda saat ini. Dina Gurning seorang karyawan televisi swasta lebih suka membeli emas lewat platform Tokopedia.

Pilihannya jatuh ke e-commerce setelah kehabisan stock emas 5 gram di pameran emas Antam di sebuah Mall di bilangan Jakarta Selatan. Gagal beli langsung, Ia mendapatkan masukan dari teman untuk membeli di pasar digital itu.

“Ya lebih mahal sedikit, tapi itung-itung ongkos dan ngantri dari subuh sih. Terus kalo via e-commerce, kita tahu nerima doang. Tapi saya belinya di salah satu toko distributor Antam di Tokopedia,” paparnya.

Baca Juga: Pembobolan saldo Gopay, antara hacker, kelengahan korban dan perusahaan

Ia melihat tidak ada biaya tambahan. Namun Ia harus membayar biaya pengiriman dari lokasi toko ke rumahnya. Sebenarnya, bisa membeli asuransi perjalanan, namun Ia tidak menggunakan asuransi lantaran merasa yakin emas yang dibeli akan sampai tujuan.

“Belinya waktu itu dapet tawaran buat kartu kredit Citibank. Promonya kalau transaksi di atas Rp 1,5 juta, cashback Rp 1 juta. Jadi tagihannya akan dikurangi Rp 1 juta,” ujar Dina.

Namun hal ini berbeda dengan Haulainisa yang lebih memilih mendatangi Gerai Antam. Ibu satu anak itu merasa takut ditipu bila menggunakan fintech. Nah, Ia pun sudah menyiapkan deposit bank untuk menyimpan emas yang Ia miliki




TERBARU

[X]
×