kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45702,42   14,31   2.08%
  • EMAS944.000 2,83%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Kementerian BUMN menargetkan hasil penjualan Jiwasraya Putra mencapai Rp 3 triliun


Jumat, 27 Desember 2019 / 09:23 WIB
Kementerian BUMN menargetkan hasil penjualan Jiwasraya Putra mencapai Rp 3 triliun
ILUSTRASI. Warga melintas di depan kantor Asuransi Jiwasraya di Jalan Juanda, Jakarta.

Reporter: Ferrika Sari | Editor: Herlina Kartika

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asuransi Jiwasraya tengah melego anak usaha, Jiwasraya Putra kepada investor dan diharapkan rampung tahun depan. Setidaknya ada lima investor yang berniat masuk baik dari dalam maupun luar negeri.

“Jadi kami berharap hasil penjualan Jiwasraya Putra ke investor Rp 3 triliun. Akan dicari investor itu,” kata Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga kepada Kontan.co.id, Jumat (27/12).

Dari dokumen Rapat Dengar Pendapat DPR dan Manajemen Jiwasraya Kamis (7/11) terkuak bagaimana skema bisnis dan kepemilikan saham Jiwasraya Putra. Dari dokumen tersebut tertera bahwa skema ini dapat menghimpun dana segar Rp 5 triliun untuk memperbaiki likuiditas dan solvabilitas Jiwasraya.

Baca Juga: Staf Khusus Menteri BUMN: Holding asuransi mampu raup dana Rp 2 triliun per tahun
 
Di hadapan anggota dewan, Direktur Utama Jiwasraya Hexana Tri Sasongko menjelaskan, Jiwasraya Putra akan bergerak dalam bisnis baru melalui kerjasama dan ekosistem Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sehingga layak untuk dibeli investor.

Nantinya Jiwasraya Putra akan membuat perjanjian kerjasama distribusi maupun bancassurance dengan masing-masing perusahaan pelat merah seperti PT Bank Tabungan Negara Tbk, PT Pegadaian, PT Telekomunikasi Seluler dan PT Kereta Api Indonesia.

Setelah itu, partner strategis atau investor masuk dan membeli saham 60% saham Jiwasraya Putra. Sedangkan empat perusahaan pelat merah hanya menggenggam saham minoritas dan tetap menjalankan kerjasama sebagai kanal distribusi untuk produk Jiwasraya Putra.

Pembentukan Jiwasraya Putra dilakukan secara bertahap. Pertama, memperoleh lisensi asuransi jiwa dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada September 2019. Kedua, melakukan uji tuntas (due dilligence) investor strategis pada September hingga Januari 2020.

Baca Juga: Selamatkan Jiwasraya, Pemerintah Mempercepat Holding Asuransi

Ketiga, melakukan tanda tangan Conditional Sale And Purchase Agreement (CSPA) pada Februari 2020. Keempat, pemenuhan kondisi prasyarat CSPA, tandatangan SPA dan transfer dana investor pada Maret 2020.




TERBARU

Close [X]
×