kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.759.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 18.077   77,00   0,43%
  • IDX 5.840   -101,28   -1,70%
  • KOMPAS100 772   -13,86   -1,76%
  • LQ45 581   -8,07   -1,37%
  • ISSI 203   -2,64   -1,28%
  • IDX30 329   -5,24   -1,57%
  • IDXHIDIV20 407   -5,51   -1,34%
  • IDX80 87   -1,44   -1,63%
  • IDXV30 111   -2,14   -1,88%
  • IDXQ30 106   -1,74   -1,61%

Kenaikan BI rate tingkatkan deposito jangka pendek


Rabu, 11 Desember 2013 / 18:03 WIB
ILUSTRASI. Waspada, berikut beberapa masalah yang kerap terjadi di rumah saat musim kemarau atau musim panas.


Reporter: Dea Chadiza Syafina | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Bank Indonesia (BI) pada November 2013 lalu menaikkan suku bunga acuan alias BI rate sebesar 25 basis points (bps) dari 7,25% menjadi 7,50%. Kenaikan BI rate ini pun mendorong kenaikan bunga deposito.

Analis PT ICRA Indonesia Kreshna D. Armand bilang, dengan kenaikan bunga ini industri perbankan akan semakin gencar mencari dana pihak ketiga (DPK) di masyarakat. Menurut Kreshna, dana adalah melalui deposito.

Kreshna merinci, kenaikan BI rate berpengaruh pada tingkat bunga deposito satu bulanan. Karena itu, diperkirakan dana deposito akan meningkat untuk jangka pendek.

"Secara natural jika terjadi kenaikan BI rate, DPK akan masuk ke deposito jangka pendek, lantaran besaran bunga deposito satu bulan selalu direvisi tiap bulan dalam RDG (rapat dewan Gubernur Bank Indonesia)," kata Kreshna di Jakarta, Rabu (11/12).

Meski begitu, Kreshna mengungkapkan, strategi tingginya bunga deposito yang ditawarkan perbankan tidak akan dilakukan oleh bank yang memiliki modal kuat serta cabang yang banyak. Hal ini karena, bank tersebut lebih mengedepankan pendapatan dari fee based income seperti transaksi di tabungan dan giro.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×