kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Kendati Kredit Macet Melandai, Perbankan Tetap Selektif Salurkan Kredit pada 2026


Minggu, 08 Februari 2026 / 16:14 WIB
Kendati Kredit Macet Melandai, Perbankan Tetap Selektif Salurkan Kredit pada 2026
ILUSTRASI. Teller menghitung uang di Hana Bank, Jakarta (KONTAN/Baihaki). NPL perbankan turun pada akhir 2025, sinyal positif bagi investor. Namun, ada sektor yang tetap rentan. Simak analisis lengkapnya di sini.


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Noverius Laoli

Sementara itu, Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo menilai perbaikan kualitas aset merupakan hasil penerapan manajemen risiko yang disiplin dan sesuai dengan segmentasi bisnis.

Menurutnya, kualitas aset menjadi kunci untuk menjaga keberlanjutan pertumbuhan.

Meski tren NPL menunjukkan perbaikan, tantangan ke depan masih membayangi. Head of Research Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Trioksa Siahaan menilai NPL perbankan pada 2026 masih berpotensi menghadapi tekanan, terutama jika pemulihan daya beli masyarakat berjalan lambat.

Baca Juga: IKNB Tetap Selektif Beri Kredit UMKM

“Tren NPL masih cukup menantang dan berpotensi meningkat, terutama bila daya beli belum pulih sepenuhnya,” ujarnya.

Trioksa menambahkan, sektor pembelian barang bernilai besar seperti perumahan dan otomotif relatif lebih berisiko terhadap kenaikan kredit bermasalah.

Sebaliknya, sektor kebutuhan pokok seperti perkebunan, pertanian, dan ritel dinilai lebih stabil karena permintaannya cenderung terjaga.

Ke depan, perbankan dinilai perlu tetap selektif dalam menyalurkan kredit. Fokus pada sektor-sektor prospektif sekaligus menjaga kualitas kredit menjadi kunci agar risiko tetap terkendali di tengah ketidakpastian ekonomi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×