Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Noverius Laoli
Sementara itu, Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo menilai perbaikan kualitas aset merupakan hasil penerapan manajemen risiko yang disiplin dan sesuai dengan segmentasi bisnis.
Menurutnya, kualitas aset menjadi kunci untuk menjaga keberlanjutan pertumbuhan.
Meski tren NPL menunjukkan perbaikan, tantangan ke depan masih membayangi. Head of Research Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Trioksa Siahaan menilai NPL perbankan pada 2026 masih berpotensi menghadapi tekanan, terutama jika pemulihan daya beli masyarakat berjalan lambat.
Baca Juga: IKNB Tetap Selektif Beri Kredit UMKM
“Tren NPL masih cukup menantang dan berpotensi meningkat, terutama bila daya beli belum pulih sepenuhnya,” ujarnya.
Trioksa menambahkan, sektor pembelian barang bernilai besar seperti perumahan dan otomotif relatif lebih berisiko terhadap kenaikan kredit bermasalah.
Sebaliknya, sektor kebutuhan pokok seperti perkebunan, pertanian, dan ritel dinilai lebih stabil karena permintaannya cenderung terjaga.
Ke depan, perbankan dinilai perlu tetap selektif dalam menyalurkan kredit. Fokus pada sektor-sektor prospektif sekaligus menjaga kualitas kredit menjadi kunci agar risiko tetap terkendali di tengah ketidakpastian ekonomi.
Selanjutnya: Elon Musk Memperingatkan Amerika Serikat akan 1.000% Bangkrut
Menarik Dibaca: 6 Alasan Tidur Bisa Bikin Berat Badan Turun yang Jarang Diketahui
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Excel for Business Reporting](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_28012616011400.jpg)