kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.524   24,00   0,14%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Ketidakpastian Ekonomi Berpeluang Pengaruhi Kinerja Multifinance pada Kuartal I-2926


Sabtu, 09 Mei 2026 / 13:00 WIB
Ketidakpastian Ekonomi Berpeluang Pengaruhi Kinerja Multifinance pada Kuartal I-2926
ILUSTRASI. Terdapat sejumlah faktor yang memengaruhi kinerja industri multifinance pada awal tahun ini, salah satunya ketidakpastian ekonomi.(KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, pertumbuhan piutang pembiayaan industri multifinance kembali melambat menjadi 0,61% Year on Year (YoY), dengan nilai Rp 514,09 triliun per Maret 2026. Sementara itu, tingkat Non Performing Financing (NPF) gross multifinance tercatat meningkat jadi 2,83% per Maret 2026.

PT Clipan Finance Indonesia Tbk (CFIN) menilai terdapat sejumlah faktor yang mempengaruhi kinerja industri multifinance pada awal tahun ini. Direktur Utama Clipan Finance Harjanto Tjitohardjojo mengatakan salah satunya dipengaruhi ketidakpastian ekonomi.

"Hal tersebut pada awal 2026 turut mempengaruhi kinerja industri multifinance, baik dari sisi pertumbuhan pembiayaan maupun kualitas aset," katanya kepada Kontan, Jumat (9/5/2026).

Baca Juga: Asei: SRBI Bisa Jadi Alternatif Investasi Jangka Pendek yang Menarik

Selain itu, Harjanto menyebut meningkatnya tren kehati-hatian perusahaan multifinance dalam penyaluran pembiayaan, intensitas persaingan usaha, serta perubahan perilaku konsumen juga menjadi faktor yang mempengaruhi dinamika industri saat ini. 

Dalam menyikapi kondisi tersebut, dia bilang Clipan Finance tetap berfokus pada penerapan prinsip kehati-hatian dan menjaga kualitas pembiayaan agar pertumbuhan bisnis tetap berkelanjutan.

Mengenai kinerja, Harjanto menerangkan piutang pembiayaan Clipan Finance per Maret 2026 meningkat 0,73%, jika dibandingkan dengan posisi per Desember 2025. Dia mengatakan pertumbuhan tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan pembiayaan masyarakat dan dunia usaha masih tetap ada, meskipun kondisi industri multifinance pada awal tahun ini menghadapi tantangan akibat ketidakpastian ekonomi dan perlambatan pertumbuhan pembiayaan secara industri. 

Sementara itu, Harjanto menerangkan rasio Non Performing Financing (NPF) gross perusahaan per Maret 2026 menunjukkan perbaikan, dibandingkan posisi Desember 2025. Sayangnya, tak disebutkan angka yang dibukukan. Dia hanya menjelaskan perbaikan itu mencerminkan efektivitas upaya pengelolaan kualitas aset yang dilakukan secara konsisten. 

Baca Juga: OJK Jatuhkan Denda Bagi Fintech Indosaku Imbas Kegiatan Penagihan Pihak Ketiga

Dalam menjaga kualitas pembiayaan dan menekan rasio NPF tetap terkendali, Harjanto menyampaikan perusahaan akan terus memperkuat penerapan prinsip kehati-hatian melalui proses analisis kredit yang lebih selektif, pemanfaatan tools analitik berbasis data dalam penilaian debitur, serta monitoring kualitas pembiayaan secara berkala. 

"Selain itu, perusahaan juga melakukan upaya penagihan dan penyelesaian pembiayaan bermasalah secara aktif dan terukur guna menjaga kualitas aset," ujar Harjanto.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×