kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.168.000   165.000   5,49%
  • USD/IDR 16.776   42,00   0,25%
  • IDX 8.232   -88,35   -1,06%
  • KOMPAS100 1.139   -9,43   -0,82%
  • LQ45 813   0,48   0,06%
  • ISSI 296   -9,48   -3,11%
  • IDX30 422   3,70   0,88%
  • IDXHIDIV20 501   7,26   1,47%
  • IDX80 126   -0,89   -0,70%
  • IDXV30 136   -1,76   -1,27%
  • IDXQ30 136   1,46   1,09%

Keuntungan perbankan terancam turun


Kamis, 15 Agustus 2013 / 20:10 WIB
Keuntungan perbankan terancam turun
ILUSTRASI. Kunyit adalah salah satu obat alami bisul yang cukup mudah untuk dicari.


Reporter: Annisa Aninditya Wibawa | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Bank Indonesia (BI) akan mengubah ketentuan Giro Wajib Minimum (GWM) Loan to Deposit Ratio (LDR) untuk perbankan. Batas GWM LDR tersebut diubah dari 78-100% menjadi 78-92%.

Ekonom menilai, perubahan GWM LDR tersebut bisa membuat keuntungan perbankan menipis."Mau tak mau Net Interest Margin (NIM) akan tergerus juga. Saya rasa tahun ini keuntungan perbankan tak akan sebesar tahun 2012," kata ekonom PT Bank Tabungan Negara Tbk. (BBTN) Agustinus Prasetyantoko, kepada KONTAN, Kamis, (15/8).

Kenapa bisa menurunkan keuntungan? Pasalnya, bank harus menurunkan posisi LDR-nya di bawah 92%. Dengan menurunkan posisi LDR itu, berarti bank perlu menekan pertumbuhan kreditnya supaya tak terlalu agresif.

Agustinus bilang, BI membuat ketentuan itu karena bermanfaat untuk menyelamatkan likuiditas perbankan. Berdasarkan Statistik Perbankan Indonesia (SPI), LDR perbankan Indonesia mengalami kenaikan dari 81,61% menjadi 85,84%.

Ia melihat, bahwa perubahan batas atas GWM-LDR akan berdampak positif terhadap makro prudensial Indonesia. Sebab, bila kredit tumbuh terlalu tinggi, hal tersebut bisa menyebabkan overheating.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×