Reporter: Ferry Saputra | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Data Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) mencatat, pendapatan premi industri asuransi umum di lini asuransi energi onshore dan offshore tumbuh 18,4% dan 18% secara Year on Year (YoY), dengan nilai mencapai Rp 225 miliar dan Rp 1,18 triliun per kuartal III-2025.
Kinerja dobel digit ini mencerminkan meningkatnya aktivitas proyek energi di dalam negeri, baik pada proyek darat (onshore) maupun lepas pantai (offshore).
Pertumbuhan tersebut juga menunjukkan semakin besarnya kebutuhan perlindungan risiko pada sektor energi yang memiliki nilai investasi tinggi dan kompleksitas operasional.
Ketua Umum AAUI Budi Herawan mengatakan pertumbuhan dobel digit itu salah satunya didorong peningkatan nilai proyek energi dan berlanjutnya aktivitas investasi.
Baca Juga: AAUI Catat Premi Reasuransi Tumbuh 11% pada Kuartal III Tahun 2025
"Didorong juga perbaikan disiplin underwriting," ungkapnya kepada Kontan, Kamis (5/2/2026).
Menurut Budi, perbaikan disiplin underwriting menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas portofolio asuransi energi, mengingat lini ini memiliki eksposur risiko yang besar, mulai dari risiko konstruksi, gangguan operasional, hingga potensi kerugian lingkungan.
Ke depannya, Budi menilai prospek asuransi energi masih positif, seiring adanya agenda transisi energi nasional. Meskipun demikian, dia menyampaikan industri asuransi umum perlu tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam menggarap lini asuransi energi agar pertumbuhan berkelanjutan.
Sementara itu, AAUI juga angkat bicara mengenai target investasi pemerintah untuk pengembangan energi baru terbarukan (EBT) di Indonesia dengan nilai Rp 1.682 triliun dalam 10 tahun.
Baca Juga: AAUI Nilai Target Investasi Pengembangan EBT Jadi Peluang Besar bagi Asuransi Umum
Budi berpendapat target investasi pemerintah di sektor EBT menjadi peluang yang cukup besar bagi industri asuransi umum. Sebab, setiap proyek EBT untuk tahap konstruksi maupun operasional membutuhkan perlindungan risiko yang komprehensif.
"Sepanjang realisasi investasi berjalan sesuai rencana, kebutuhan asuransi akan tumbuh seiring meningkatnya nilai dan kompleksitas aset energi yang dikembangkan," ujar Budi
Selanjutnya: Timnas Futsal Indonesia Lolos Final! Kalahkan Jepang Dramatis
Menarik Dibaca: Net Worth vs Gaji: Kenapa Orang Kaya Fokus Kekayaan Bersih, Bukan Penghasilan?
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













