Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank BCA Syariah mencatat pertumbuhan pembiayaan KPR hingga Agustus 2026. Penyaluran KPR perseroan tumbuh 24,17% secara tahunan mencapai Rp 1,78 triliun, salah satunya ditopang oleh pembiayaan take over dari bank lain.
Direktur BCA Syariah Pranata mengatakan, tren suku bunga yang meningkat turut membuat skema KPR dengan kepastian angsuran menjadi menarik bagi nasabah.
"Di tengah tren suku bunga yang meningkat, pembiayaan KPR BCA Syariah menjadi pilihan yang menarik dikarenakan nasabah akan mendapatkan kepastian dalam angsuran sampai dengan jatuh tempo," ujar Pranata kepada kontan.co.id, Rabu (30/9/2026).
Baca Juga: Tiga Direksi Bank JTrust Indonesia (BCIC) Kompak Borong Saham di Harga Segini!
Menurutnya, pembiayaan take over KPR turut memberikan kontribusi positif terhadap kinerja KPR BCA Syariah secara keseluruhan. Pertumbuhan tersebut didorong oleh daya tarik skema pembayaran yang memberikan kepastian angsuran hingga pembiayaan lunas.
Untuk menarik nasabah KPR, BCA Syariah menawarkan promo margin 7% fixed untuk dua tahun pertama. Setelah itu, margin sebesar 7,5% berlaku hingga sisa tenor sampai jatuh tempo.
Selain menawarkan kepastian angsuran, perseroan juga memberikan kemudahan dari sisi biaya. Sejumlah biaya dapat diangsur dengan skema 0% selama dua tahun.
Di sisi lain, pertumbuhan KPR menjadi bagian dari peningkatan pembiayaan konsumer BCA Syariah. Hingga Agustus 2026, total pembiayaan konsumer perseroan mencapai Rp 2,5 triliun, tumbuh 34,7% secara year on year (yoy).
Dengan pertumbuhan tersebut, BCA Syariah melihat KPR, termasuk segmen take over, masih menjadi salah satu ruang pertumbuhan pembiayaan konsumer di tengah perubahan kondisi suku bunga.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














