kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.595.000   15.000   0,58%
  • USD/IDR 17.912   -76,00   -0,42%
  • IDX 6.071   -50,56   -0,83%
  • KOMPAS100 785   -8,35   -1,05%
  • LQ45 601   -6,98   -1,15%
  • ISSI 211   -1,12   -0,53%
  • IDX30 333   -4,43   -1,31%
  • IDXHIDIV20 424   -2,18   -0,51%
  • IDX80 90   -0,99   -1,09%
  • IDXV30 115   -0,39   -0,33%
  • IDXQ30 109   -0,96   -0,88%

Pembiayaan Konsumer BCA Syariah Tumbuh 34,69% pada Agustus 2026, Emas Jadi Penopang


Rabu, 30 September 2026 / 20:04 WIB
Pembiayaan Konsumer BCA Syariah Tumbuh 34,69% pada Agustus 2026, Emas Jadi Penopang
ILUSTRASI. Inklusi Keuangan Syariah (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank BCA Syariah mencatat pertumbuhan pembiayaan konsumer hingga Agustus 2026. Salah satu penopangnya berasal dari pembiayaan emas yang tumbuh paling tinggi dibandingkan produk konsumer lainnya, seiring momentum kenaikan harga emas dan penguatan kanal digital perseroan.

Per Agustus 2026, total pembiayaan konsumer BCA Syariah mencapai Rp2,47 triliun, tumbuh 34,69% secara tahunan (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp1,83 triliun.

Dari sejumlah produk konsumer, pembiayaan emas mencatat pertumbuhan paling tinggi. Pembiayaan emas BCA Syariah mencapai Rp598 miliar, naik 81,76% yoy dari Rp329 miliar pada Agustus 2025.

Syariah Head of Retail and Consumer Business Unit BCA Syariah, Bukit Mas Siahaan mengatakan, emas menjadi salah satu produk diversifikasi yang menarik karena memiliki karakter berbeda dibandingkan pembiayaan konsumer seperti KPR dan kendaraan.

Baca Juga: Mulai 2027, Pembiayaan Emas BCA Syariah Bakal Hadir di myBCA

Menurut Bukit, pertumbuhan pembiayaan emas tidak terlepas dari momentum kenaikan harga emas yang terjadi sejak akhir 2025 hingga 2026. Kondisi tersebut mendorong sebagian masyarakat memanfaatkan pembiayaan untuk memperoleh emas dengan gramasi lebih besar.

"Emas ini menarik, dia produk diversifikasi dan berbeda dengan produk konsumen yang lain, seperti rumah dan kendaraan," ujar Bukit di Jakarta, Rabu (30/9).

Selain momentum harga, kemudahan proses menjadi salah satu strategi BCA Syariah dalam mengembangkan pembiayaan emas. Nasabah dengan kebutuhan gramasi kecil, seperti 5 gram, 10 gram hingga 25 gram, dapat mengakses pembiayaan melalui kanal mobile banking BCA Syariah.

Baca Juga: Pembiayaan Emas BCA Syariah Tumbuh 81,8%, Capai Rp 598 Miliar hingga Agustus 2026

Sementara untuk pembiayaan dengan gramasi lebih besar, perseroan mengandalkan pendekatan melalui jaringan cabang. BCA Syariah juga menyasar nasabah eksisting maupun nasabah eksternal.

Bukit menambahkan, perseroan juga memanfaatkan momentum promosi seperti BCA Expo yang digelar dua kali dalam setahun. Dalam momentum tersebut, BCA Syariah menawarkan berbagai program dan gimmick untuk mendorong minat nasabah terhadap pembiayaan emas.

Selain emas, BCA Syariah juga terus memperkuat pembiayaan konsumer lainnya. Untuk KPR dan KKB, perseroan sebelumnya fokus memperbanyak rekanan bisnis dan dealer. Memasuki 2026, strategi tersebut bergeser pada penguatan penetrasi terhadap jaringan yang telah dibangun.

"Kita perkuat penetrasi kita kepada kelolaan-kelolaan kita ini, kehadiran kita, membangun relasi kita, kunjungan kita," kata Bukit.

Menurut dia, penguatan service level agreement (SLA), proses aplikasi pembiayaan, serta layanan dan servis menjadi tiga hal penting yang terus diperkuat BCA Syariah dalam mengembangkan bisnis konsumer.

Baca Juga: Pembiayaan Emas BCA Syariah Melonjak 127,6% Hingga Juni 2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×