kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.710.000   20.000   0,74%
  • USD/IDR 17.876   93,00   0,52%
  • IDX 6.268   -97,49   -1,53%
  • KOMPAS100 822   -13,16   -1,58%
  • LQ45 626   -8,34   -1,31%
  • ISSI 217   -4,16   -1,89%
  • IDX30 351   -4,37   -1,23%
  • IDXHIDIV20 429   -5,35   -1,23%
  • IDX80 94   -1,42   -1,49%
  • IDXV30 118   -1,74   -1,46%
  • IDXQ30 112   -1,22   -1,08%

Laba BCA Syariah Tumbuh 9,2% Capai Sebesar Rp109,4 Miliar per Semester I-2026


Selasa, 11 Agustus 2026 / 18:21 WIB
Laba BCA Syariah Tumbuh 9,2% Capai Sebesar Rp109,4 Miliar per Semester I-2026
ILUSTRASI. Paparan kinerja PT Bank BCA Syariah di Jakarta (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank BCA Syariah membukukan laba bersih sebesar Rp109,4 miliar pada semester I-2026 atau tumbuh 9,2% secara tahunan (year on year/YoY). Kinerja tersebut ditopang oleh pertumbuhan pembiayaan yang tetap solid di tengah kenaikan biaya dana (cost of fund) dan beban operasional.

Berdasarkan paparan kinerja perseroan, pendapatan dari penyaluran pembiayaan (financing income) meningkat 16,6% YoY menjadi Rp512,9 miliar per Juni 2026, dibandingkan Rp439,8 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Kenaikan tersebut sejalan dengan pertumbuhan pembiayaan BCA Syariah yang naik 20,5% YoY menjadi Rp13,58 triliun dari sebelumnya Rp11,27 triliun.

Presiden Direktur BCA Syariah, Yuli Melati Suryaningrum mengatakan, pertumbuhan kinerja pada semester pertama tahun ini menunjukkan bisnis perseroan terus bertumbuh secara sehat dan berkelanjutan.

"Update kami hari ini, BCA Syariah pada semester pertama 2026 tumbuh solid dan berkelanjutan, tercermin dari peningkatan total aset yang didukung oleh pertumbuhan pembiayaan dan dana pihak ketiga. Hal ini mencerminkan semakin kuatnya minat dan kepercayaan masyarakat terhadap bank syariah," ujar Yuli saat paparan kinerja perseroan, Selasa (11/8/2026).

Baca Juga: Laba BCA Syariah Tumbuh 13,82% hingga Mei 2026, Ditopang Digitalisasi

Menurutnya, pertumbuhan pembiayaan didorong oleh penyaluran pembiayaan ke sektor-sektor produktif, baik pembiayaan komersial maupun pembiayaan konsumer seperti kredit pemilikan rumah (KPR) syariah dan pembiayaan emas.

"Pertumbuhan ini mencerminkan peran aktif BCA Syariah dalam mendukung perekonomian riil masyarakat, mulai dari pengusaha sektor produktif hingga keluarga yang ingin mewujudkan rumah impian mereka melalui skema pembiayaan syariah," katanya.

Meski demikian, laju pertumbuhan laba belum setinggi kenaikan pendapatan pembiayaan. Hal ini dipengaruhi meningkatnya biaya dana yang naik 5,8% YoY menjadi Rp267,3 miliar.

Di tengah kenaikan biaya dana tersebut, pendapatan margin BCA Syariah masih tumbuh 13,4% menjadi Rp422,3 miliar dari Rp372,4 miliar pada semester I-2025.

Dari sisi pendanaan, BCA Syariah terus memperkuat penghimpunan dana murah (current account saving account/CASA). Hingga Juni 2026, total dana pihak ketiga (DPK) meningkat 10,2% YoY menjadi Rp15,39 triliun.

Dana murah tercatat mencapai Rp6,53 triliun atau sekitar 42,4% dari total DPK. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh giro yang meningkat 23,2% menjadi Rp3,81 triliun dan tabungan yang naik 4,5% menjadi Rp2,72 triliun. Sementara itu, deposito juga tumbuh 7,2% menjadi Rp8,9 triliun.

"Pertumbuhan DPK ini menjadi indikator penting bahwa kepercayaan masyarakat terhadap perbankan syariah terus menguat, sekaligus memperluas basis nasabah yang dapat dijangkau oleh layanan serta program BCA Syariah," ujar Yuli.

Baca Juga: Pembiayaan Emas BCA Syariah Tumbuh 136% hingga Mei 2026

Selain pendapatan pembiayaan, pendapatan berbasis komisi (fee based income) dan pendapatan lainnya juga memberikan kontribusi positif. Pos tersebut tumbuh 30,4% YoY menjadi Rp37,7 miliar.

Namun demikian, kenaikan biaya operasional turut menahan pertumbuhan laba. Beban operasional BCA Syariah meningkat 20,3% menjadi Rp293,9 miliar, terutama berasal dari kenaikan biaya tenaga kerja serta biaya umum dan administrasi.

Sementara dari sisi kualitas aset, rasio pembiayaan bermasalah (non-performing financing/NPF) gross berada di level 1,84% per Juni 2026, sedikit meningkat dibandingkan 1,75% pada periode yang sama tahun lalu. Adapun NPF net tercatat sebesar 0,41%.

Yuli memastikan perseroan tetap konsisten menerapkan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran pembiayaan sehingga kualitas aset tetap terjaga pada level yang sehat.

Baca Juga: NPF BCA Syariah Naik Tipis Jadi 1,84%, Perseroan Beberkan Sentimennya

Pada semester pertama tahun ini, BCA Syariah mengangkat tema "Strengthening Impact", yang menegaskan komitmen perseroan menghadirkan pertumbuhan bisnis yang tidak hanya berorientasi pada kinerja keuangan, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui penguatan proposisi merek Sahabat Berkahmu, perluasan kemitraan dengan institusi dan komunitas muslim, serta menjangkau segmen baru termasuk generasi muda.

Sebagai bagian dari implementasi tersebut, BCA Syariah memulai pembangunan Masjid Ar Rahman di Aceh Tamiang melalui kolaborasi dengan Yayasan Cinta Quran dan Masjid Nusantara dalam program 99 Masjid Asmaul Husna.

"Bagi kami, pertumbuhan kinerja harus selalu berjalan seiring dengan dampak yang kami hadirkan. Melalui Sahabat Berkahmu, kami ingin mendekatkan cerita-cerita keberkahan dari nasabah kami kepada masyarakat luas. Dan melalui pembangunan Masjid Ar Rahman di Aceh Tamiang, kami ingin memastikan bahwa pertumbuhan yang kami capai turut dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," tutup Yuli.

Baca Juga: BCA Syariah Siapkan Produk Valas, Meluncur Tahun Ini!

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×