kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Kredit bank per Agustus tumbuh 8,4%


Senin, 02 Oktober 2017 / 07:59 WIB


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Dupla Kartini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) melaporkan kredit masih tumbuh satu digit memasuki pertengahan kuartal III ini. Berdasarkan laporan uang beredar (29/9), realisasi kredit bank sebesar Rp 4.514,5 triliun per Agustus 2017.

Kredit tersebut hanya tumbuh 8,4% secara tahunan atau year on year (yoy) dibandingkan posisi kredit Rp 4.163,5 triliun per Agustus 2016. Kendati demikian, pertumbuhan kredit sebesar 8,4% di Agustus 2017 lebih baik dari pertumbuhan 7,9% di bulan sebelumnya.

Segmen kredit konsumsi masih menjadi penopang kredit perbankan yang mampu tumbuh dua digit. Tercatat kredit konsumsi tumbuh 10,21% atau menjadi Rp 1.316,3 triliun per Agustus 2017.

Sedangkan kredit modal kerja tumbuh 7,34% atau menjadi Rp 2.075,3 triliun per Agustus 2017, dan kredit investasi tumbuh 6,85% atau senilai Rp 1.123,0 triliun per Agustus 2017.

Kredit yang tumbuh satu digit ini sejalan dengan penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) yang tumbuh 9,42% per Agustus 2017. Perbankan membukukan DPK sebesar Rp 4.924,2 triliun per Agustus 2017, dibandingkan posisi Rp 4.500,1 triliun per Agustus 2016. DPK terdiri dari giro Rp 1.073,1 triliun, tabungan Rp 1.561,8 triliun, dan deposito Rp 2.289,3 triliun.

Pada Agustus 2017, DPK untuk simpanan rupiah mampu tumbuh 9,76% atau senilai Rp 4.236,0 triliun, sementara DPK untuk simpanan valuta asing (valas) hanya naik 7,5% atau menjadi Rp 688,1 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×