kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Kredit bermasalah membaik, provisi BPD susut


Kamis, 23 Juni 2016 / 13:14 WIB


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Laba bank daerah berpotensi menggemuk di akhir tahun. Soalnya, provisi atau pencadangan bank terhadap kredit bermasalah terus menunjukkan perlambatan. Dengan kata lain, bank pembangunan daerah (BPD) berhasil memperbaiki kualitas kredit.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) alias provisi bank daerah tumbuh 7,57% menjadi Rp 9,3 triliun per April 2016 ketimbang tahun lalu atau year on year (yoy). Pertumbuhan ini melambat ketimbang pertumbuhan di April 2015 yang sebesar 17,68%.

Sementara, rasio kredit bermasalah (NPL) BPD sebesar 4,04%, turun 8,11 basis poin, yoy. Bank daerah pun percaya diri bisa menekan dana pencadangan di akhir tahun. Contoh, PT BPD Jawa Timur (Jatim) Tbk.

Menurut Head of Corporate Secretary BPD Jawa Timur Ferdian Satyagraha, provisi Bank Jatim menurun 19,67% menjadi Rp 216,5 miliar per Mei 2016. “Provisi disumbang oleh kredit sektor komersial,” ujar Ferdian kepada KONTAN, Selasa (21/6).

Di semester II, Bank Jatim bakal fokus memperbaiki NPL dengan mengerem kredit sektor komersial. Sebaliknya, Bank Jatim memacu kredit sektor konsumsi dan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). NPL Bank Jatim sebesar 4,65% per Mei 2016.

Setali tiga uang, provisi PT Bank Jawa Barat Banten Tbk (Bank BJB) juga sudah susut 44% per Mei 2016. Penurunan provisi ini mendongkrak laba bersih BJB sebesar 58% menjadi Rp 746 miliar.

Direktur Utama Bank Jabar Banten Ahmad Irfan mengatakan, provisi turun seiring dengan perbaikan NPL yang susut 140 bps per Maret 2016. Hingga pengujung tahun, BJB terus menekan NPL.

“Hal ini untuk menjaga pertumbuhan laba. Kami juga akan melakukan efisiensi untuk meningkatkan laba,” ujar Irfan. Informasi saja, provisi BJB sebesar Rp 1,05 triliun per April 2016.

Data OJK mencatat, ada lima sektor penyumbang besar NPL bank daerah. Paling besar yakni sektor pertambangan dan penggalian yang menyumbang 41%.

Disusul NPL sektor konstruksi dengan porsi 17,64%. Selanjutnya ada sektor transportasi pergudangan dan komunikasi dengan kontribusi sebesar 17,5%. Sisanya dari sektor sosial budaya, hiburan dan lain-lain.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×