kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

Kredit konstruksi melambat karena debitur mencari pembiayaan dari pasar modal


Jumat, 06 April 2018 / 16:56 WIB
ILUSTRASI. Kredit konstruksi


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Sofyan Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kredit konstruksi di awal 2018 mengalami perlambatan. Hal ini terlihat dari data uang beredar Bank Indonesia (BI) terbaru pada Februari 2018.

Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), pertumbuhan kredit konstruksi pada Februari 2018 sebesar 15,7% secara tahunan atau year on year (yoy) dibandingkan Januari 2018 yang tumbuh 20,1% yoy.

Perlambatan kredit konstruksi ini disebabkan oleh faktor pertumbuhan kredit kontruksi bangunan jalan tol dan kredit bangunan sipil di DKI Jakarta. Mirza Adityaswara, Deputi Gubernur Senior BI bilang pada kuartal I 2018 pertumbuhannya memang tidak terlalu tinggi.

"Secara tahunan, pertumbuhan kredit di kuartal I 2018 tidak bisa dijadikan patokan," kata Mirza ketika ditemui di kompleks BI, Jumat (6/4).

Pertumbuhan kredit korporasi yang rendah di awal 2018 juga disebabkan oleh berpindahnya debitur ke pembiayaan pasar modal. Hal ini dibuktikan dengan penerbitan surat utang dan penerbitan saham baru yang cukup besar.

Untuk melihat kondisi riil ekonomi, BI menyarankan melihat data sektor ekspor impor. Hal ini karena sektor ekspor impor ini merupakan gambaran bergeraknya sektor riil.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×