kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Kredit Macet KUR BTN mencapai 8,4% di Februari


Rabu, 30 April 2014 / 15:23 WIB
ILUSTRASI. Perusahaan menara dan infrastruktur telekomunikasi PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR)


Reporter: Adhitya Himawan | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Rasio kredit bermasalah di kredit usaha rakyat (KUR) Bank Tabungan Negara (BTN) melompat. Pada Februari lalu, non performing loan (NPL) KUR BTN menjulang ke 8,4%.

Berdasarkan data Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian per Februari lalu, total KUR yang telah disalurkan BTN mencapai Rp 4,3 triliun, tumbuh 27,19% dibanding Februari 2013 sebesar Rp 3,42 triliun.

Ironisnya, kenaikan volume penyaluran KUR justru diikuti kenaikan rasio kredit bermasalah menjadi 8,4% di akhir Februari 2014, dibandingkan 6,9% di Februari tahun lalu.

Jumlah debitur KUR BNI juga meningkat dari 19.914 debitur di Februari 2013 menjadi 24.175 debitur di bulan Februari 2014. Rata-rata KUR dipinjamkan kepada tiap debitur juga meningkat dari Rp 171,9 juta/debitur di Februari 2013 menjadi Rp 180,0 juta/debitur di Februari 2014.

KONTAN telah berusaha melakukan konfirmasi langsung kepada Maryono, Direktur Utama BTN, pada Rabu, (30/4). Sayangnya, telepon serta pesan pendek yang dikirim KONTAN tak kunjung direspon.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×