kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.723.000   -27.000   -0,98%
  • USD/IDR 17.775   34,00   0,19%
  • IDX 6.450   43,99   0,69%
  • KOMPAS100 838   4,75   0,57%
  • LQ45 634   1,66   0,26%
  • ISSI 227   2,23   0,99%
  • IDX30 355   0,60   0,17%
  • IDXHIDIV20 433   0,68   0,16%
  • IDX80 96   0,53   0,56%
  • IDXV30 120   0,52   0,44%
  • IDXQ30 112   -0,03   -0,03%

Kredit melandai di saat DPK naik, likuiditas perbankan mulai longgar


Selasa, 17 September 2019 / 19:05 WIB
ILUSTRASI. Pelayanan Nasabah Bank jatim


Reporter: Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang | Editor: Tendi Mahadi

Senada, Direktur Keuangan PT BPD Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) Ferdian Timur Satyagraha mengatakan per posisi Agustus 2019 LDR menurun ke level 61,77% dari periode tahun sebelumnya 66,39%. 

Hal ini utamanya ditopang kenaikan DPK yang cukup deras sebanyak 18,12% yoy menjadi Rp 58,36 triliun di bulan Agustus 2019. Jauh lebih tinggi dibandingkan kredit yang tumbuh 9,91% yoy.

Adapun, sampai penghujung tahun Bank Jatim mematok LDR akan ada di kisaran 68%-70%. "Target DPK tahun ini 10% saat ini sudah di atas target. Kami akan lebih dorong CASA di akhir tahun," katanya.

Baca Juga: Dana kelolaan wealth management Bank Mandiri tembus Rp 202 triliun hingga Agustus

Jika dirinci, pertumbuhan DPK Bank Jatim mayoritas didorong rekening giro yang tumbuh signifikan sebanyak 26,91% yoy. Di sisi lain, dana tabungan dan deposito masing-masing tumbuh di kisaran 13%.

Menurut Ferdian, tingginya pertumbuhan giro disebabkan oleh meningkatnya penempatan dana giro Pemerintah di Bank Jatim. Hingga Agustus 2019, total dana Pemerintah tercatat sudah naik 31,92% menjadi Rp 16,66 triliun. 

"Kontribusi besar dari giro Pemerintah Daerah (Pemda), dan dana desa," sambungnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×