Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Sejalan dengan pertumbuhan positif secara industri, kredit di sektor properti berhasil tumbuh melaju pada bulan ketiga tahun ini. Namun, tak ubahnya kredit konsumtif lain, kinerja kredit pemilikan rumah (KPR) lebih lemah ketimbang kredit properti lainnya.
Menurut data Bank Indonesia (BI), kredit perbankan berhasil tumbuh 9,49% secara tahunan (year-on-year/YoY) pada Maret 2026. Pertumbuhan kali ini menunjukkan tren peningkatan laju dari pertumbuhan Februari 2026 yang sebesar 9,37% YoY.
Sejalan dengan itu, laporan analisis uang beredar BI menunjukkan kredit properti berhasil tumbuh 17,5% YoYmenjadi Rp 1.677,6 triliun pada Maret 2026, lebih tinggi ketimbang pertumbuhan 13,7% YoY pada bulan sebelumnya.
Sekadar informasi, nilai kredit properti dalam periode ini setara 18,96% dari total kredit industri.
Baca Juga: Penurunan Bunga Kredit Perbankan Masih Seret, OJK Ungkap Biang Keroknya
Jika ditelisik berdasarkan segmennya, kredit konstruksi dan real estate kompak mencatatkan laju pertumbuhan positif dalam periode ini.
Di mana, kredit konstruksi tumbuh 47,2% YoY menjadi Rp 570,6 triliun, lebih tinggi ketimbang pertumbuhan 33,6% YoY pada bulan sebelumnya, serta kredit real estate tumbuh 12,9% YoY menjadi Rp 264,3 triliun atau melaju dari dari pertumbuhan 10,6% YoY pada bulan sebelumnya.
Di sisi lain, KPR dan KPA (kredit pemilikan apartemen) justru melambat, dengan catatan pertumbuhan 4,5% YoY menjadi Rp 842,7 triliun. Untuk perbandingan, KPR dan KPA masih berhasil tumbuh 5% YoY pada Februari 2026.
Jika diperhatikan, perlambatan laju pertumbuhan KPR memang sejalan dengan kredit lainnya yang bersifat konsumtif. Berdasarkan jenis penggunaannya, kredit konsumsi menjadi satu-satunya yang melambat dalam periode ini.
Rinciannya, kredit investasi tumbuh hingga 20,85% YoY, melanjutkan pertumbuhan 20,72% yoy pada bulan sebelumnya, kredit modal kerja tumbuh 4,38% YoY melanjutkan pertumbuhan 3,38% YoY pada bulan sebelumnya, sementara kredit konsumsi tumbuh 5,88% YoY, lebih rendah ketimbang pertumbuhan bulan sebelumnya yang mencapai 6,34% YoY.
Baca Juga: Kredit Naik 17,4%, Bank Mandiri Pilih Strategi Perketat Kredit Saat Tekanan Global
Secara umum kredit konsumsi memang masih lesu. Selain KPR, kredit multiguna juga melambat pertumbuhannya menjadi 8,3% YoY dari pertumbuhan 8,7% YoY pada bulan sebelumnya.
Kredit kendaraan bermotor (KKB) malah lebih parah, catatan koreksinya makin besar menjadi 9,2% YoY pada Maret 2026, melanjutkan koreksi 8,1% YoY pada bulan sebelumnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












