kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.689.000   -24.000   -0,88%
  • USD/IDR 18.012   53,00   0,30%
  • IDX 5.886   -16,34   -0,28%
  • KOMPAS100 775   -7,40   -0,95%
  • LQ45 587   -2,64   -0,45%
  • ISSI 201   -0,63   -0,31%
  • IDX30 334   -0,77   -0,23%
  • IDXHIDIV20 414   0,55   0,13%
  • IDX80 88   -0,64   -0,72%
  • IDXV30 110   -0,60   -0,54%
  • IDXQ30 108   0,47   0,44%

Minat Kendaraan Listrik Meningkat, Pembiayaan Multifinance Naik 32,05% per April 2026


Kamis, 11 Juni 2026 / 21:17 WIB
Minat Kendaraan Listrik Meningkat, Pembiayaan Multifinance Naik 32,05% per April 2026
ILUSTRASI. Pembiayaan Kendaraan Listrik (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Aulia Ivanka Rahmana | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penyaluran pembiayaan kendaraan listrik industri multifinance mengalami kinerja positif per April 2026. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan penyaluran pembiayaan kendaraan listrik industri multifinance per April 2026 mencapai Rp 23,39 triliun.

"Nilainya tumbuh 32,05%, jika dibandingkan periode sama tahun sebelumnya," ujar Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman dalam lembar jawaban tertulis OJK, Minggu (7/6/2026).

Agusman mengatakan pertumbuhan tersebut menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap kendaraan listrik masih cukup baik. Salah satunya didukung pengembangan ekosistem, serta efisiensi biaya operasional kendaraan listrik.

Ia memperkirakan kinerja pembiayaan kendaraan listrik multifinance masih memiliki prospek yang positif pada 2026. Hal itu dipicu penguatan ekosistem kendaraan listrik, dukungan kebijakan transisi energi, serta meningkatnya minat masyarakat terhadap kendaraan ramah lingkungan.

Baca Juga: Pembiayaan Multiguna Kontributor Terbesar Pembiayaan Multifinance per April 2026

Sementara itu, Agusman turut angkat bicara mengenai dampak pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terbatas akibat konflik Timur Tengah terhadap kinerja pembiayaan kendaraan listrik multifinance. Dia bilang dinamika geopolitik di Timur Tengah yang berpotensi mengganggu pasokan BBM perlu dicermati sebagai peluang percepatan adopsi kendaraan listrik di Indonesia. 

Alhasil, kondisi itu bisa dioptimalkan multifinance dalam memperluas portofolio pembiayaan hijau, terutama kendaraan listrik.

Dari sisi perusahaan multifinance, PT CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) mencatatkan pembiayaan baru untuk kendaraan ramah lingkungan sebesar Rp 42 miliar pada kuartal I-2026. Porsinya 24,9% terhadap total pembiayaan pada kuartal I-2026. 

Baca Juga: BRI Finance Sebut Insentif Pajak EV Bisa Dongkrak Pembiayaan Kendaraan Listrik

Presiden Direktur CNAF Ristiawan Suherman mengatakan pihaknya akan terus berupaya mengoptimalkan peluang memperbesar portofolio pembiayaan kendaraan ramah lingkungan lewat sejumlah strategi. Dia menerangkan CNAF akan terus melakukan penguatan produk, simplikasi proses, hingga penguatan kolaborasi dengan produsen dan dealer kendaraan listrik.

"Kami juga mempercepat digitalisasi layanan guna memberikan kemudahan transaksi calon nasabah," ucapnya kepada Kontan.

Sebagai informasi, OJK mencatat, piutang pembiayaan perusahaan multifinance mencapai Rp 514,65 triliun per April 2026. Nilai piutang pembiayaan itu tumbuh 2,08%, jika dibandingkan periode sama tahun lalu. 

Baca Juga: Penundaan Insentif Bisa Berdampak pada Pembiayaan Kendaraan Listrik Multifinance

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Apa dampak bagi saya, jika saya...



TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×