kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Kredit sektor jasa & pertanian naik paling tinggi


Senin, 23 Mei 2016 / 19:01 WIB


Reporter: Ragil Nugroho | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Selama setahun terakhir, sektor jasa dan pertanian menjadi sektor yang mengalami pertumbuhan tertinggi dalam kucuran kredit investasi perbankan. Kedua sektor mengalami pertumbuhan lebih dari 20% pada periode Maret 2016.

Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), pada Maret 2016, perbankan telah mengucurkan dana kredit ke sektor jasa senilai Rp 75,48 triliun. Angka tersebut naik 20,42% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 62,68 triliun.

Sedangkan sektor pertanian, peternakan, kehutanan dan perikanan tumbuh 20,20% dari Rp 134,33 triliun menjadi 161,46 triliun.

Secara keseluruhan pada Maret 2016, kucuran kredit perbankan tumbuh 11,58% dari Rp 915,86 triliun menjadi Rp 1.021,87 triliun. Sektor industri pengolahan memperoleh porsi kucuran kredit terbesar dengan nilai mencapai Rp 218,66 triliun.

Berikut daftar pertumbuhan kucuran kredit investasi perbankan per sektor ekonomi (Maret 2016):

1) Jasa-jasa 20,42%
2) Pertanian, peternakan, kehutanan dan perikanan 20,20%
3) Pertambangan dan penggalian 16,59%
4) Listrik, gas dan air bersih 14,33%
5) Konstruksi 14,03%

Industri pengolahan juga mengalami pertumbuhan nilai kredit investasi jika ditarik selama lima tahun ke belakang (2011-2016). Pertumbuhannya mencapai 233,08%. Diikuti oleh sektor listrik, gas dan air bersih dengan 228,05% dan sektor perdagangan, hotel dan restoran yang mencapai 215,75%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×