kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Spin Off Asuransi Syariah Kian Ramai, Prudential Syariah Sambut Positif


Jumat, 15 Mei 2026 / 17:01 WIB
Spin Off Asuransi Syariah Kian Ramai, Prudential Syariah Sambut Positif
ILUSTRASI. OJK mewajibkan spin-off Unit Usaha Syariah (UUS) hingga akhir 2026. Ini bisa jadi momen emas untuk pertumbuhan asuransi syariah di Indonesia. (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mewajibkan perusahaan perasuransian untuk melakukan pemisahan atau spin off Unit Usaha Syariah (UUS) paling lambat pada akhir 2026. Adapun aturan itu tertuang dalam Pasal 9 POJK 11 Tahun 2023. Dengan adanya kebijakan tersebut, akan membuat perusahaan asuransi syariah makin bertambah.

Mengenai hal itu, PT Prudential Sharia Life Assurance (Prudential Syariah) menilai makin banyaknya perusahaan baru bermunculan dapat berdampak positif bagi industri asuransi syariah.

Presiden Direktur Prudential Syariah Iskandar Ezzahuddin menyebut makin banyaknya perusahaan asuransi syariah tentu bisa membantu untuk meningkatkan penetrasi asuransi syariah di Indonesia.

"Saya berpandangan, Indonesia perlu memiliki banyak lagi pemain dan perlu memiliki banyak lagi orang yang berbicara tentang asuransi. Jadi, kami sangat senang bahwa akan ada lebih banyak spin-off. Kami juga senang untuk bekerja sama meningkatkan level industri syariah," katanya saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan, Selasa (12/5/2026).

Baca Juga: Aslindo: Literasi Keuangan Jadi Kunci Tingkatkan Kinerja Penyaluran LKM

Iskandar juga menyampaikan pangsa pasar asuransi syariah di Indonesia masih cukup besar, sehingga masih banyak peluang yang bisa dioptimalkan. Dia bilang hal itu tercermin dari penduduk Muslim di Indonesia yang berjumlah sekitar 244 juta orang. Selain itu, kontribusi perusahaan asuransi syariah juga masih kecil dibandingkan dengan perusahaan asuransi konvensional.

"Jadi, kami sangat berharap lebih banyak lagi perusahaan yang spin-off, tentu akan ada lebih banyak lagi agen di lapangan yang akan pergi setiap harinya untuk meningkatkan lagi literasi keuangan di Indonesia," ucapnya.

Senada dengan Iskandar, Chief Customer Marketing Officer Prudential Syariah Vivin Arbianti Gautama juga menyebut penetrasi asuransi syariah di Indonesia masih terbilang kecil. Dia bahkan mengatakan penetrasi industri asuransi secara keseluruhan saja hanya 2,8% dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Dengan demikian, Vivin menyebut apabila literasi gencar dilakukan oleh perusahaan syariah lain, diharapkan penetrasi asuransi juga akan ikut terkerek ke depannya.

"Jadi, makin banyak dan ramai, itu makin bagus untuk kami," ujarnya.

Vivin juga memandang bahwa makin banyaknya perusahaan asuransi syariah ke depannya bukan menjadikan ketatnya persaingan di industri, melainkan lebih ke persaingan yang sehat. Dia juga bilang perusahaan lain nantinya akan dipandang sebagai mitra, bukan pesaing.

"Persaingan yang sehat. Sebab, pasarnya terlalu besar untuk kami handle sendiri. Saya juga tidak memandang mereka sebagai pesaing, melainkan sebagai mitra, karena kami membangun industri bersama-sama," ungkap Vivin.

Baca Juga: Bisnis Emas Bank Syariah Melonjak Ratusan Persen di Tengah Volatilitas Harga Emas

Terkait kinerja, Prudential Syariah mencatatkan total kontribusi bruto Prudential Syariah mencapai Rp 4,2 triliun pada 2025. Nilai itu tumbuh 9% jika dibandingkan pencapaian tahun sebelumnya.

Adapun kontribusi bisnis baru perusahaan mencapai Rp 1 triliun pada 2025. Nilainya tumbuh 31% dibandingkan pencapaian tahun sebelumnya. Disebutkan, Prudential Syariah mendominasi pangsa pasar industri sebesar 22%.

Dari sisi pengelolaan, total aset perusahaan tumbuh 20% secara year on year (YoY) menjadi Rp 8 triliun pada 2025. Sementara itu, total aset investasi juga mencatatkan pertumbuhan sebesar 17% YoY menjadi Rp 6 triliun pada 2025.

Adapun tingkat solvabilitas atau Risk Based Capital (RBC) Prudential Syariah berada jauh di atas ketentuan regulator, yakni RBC dana perusahaan tercatat sebesar 1.496% dan RBC Dana Tabarru' sebesar 209%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×